Kebakaran Hutan Picu Efek Domino, Legislator Perindo Perjuangkan Perlindungan UMKM Kalteng

Kebakaran Hutan Picu Efek Domino, Legislator Perindo Perjuangkan Perlindungan UMKM Kalteng

Berita Utama | okezone | Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:48
share

PALANGKA RAYAKebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kalimantan Tengah hamper sebulan belakangan ini. Bencana tersebut memicu efek domino, mulai dari petugas yang tumbang akibat kelelahan dan paparan asap hingga merosotnya omzet pelaku UMKM, sehingga diperlukan langkah penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemadaman api.

Situasi di lapangan menunjukkan beratnya penanganan karhutla. Sedikitnya lima hingga enam personel Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan paparan asap setelah hampir sebulan berjibaku memadamkan api yang terus meluas.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah dari Partai Perindo, Sengkon, menilai penanganan karhutla perlu memperhatikan dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan pedagang kecil yang terdampak kabut asap.

 

"Pembatasan aktivitas membuat omzet pedagang kecil dan UMKM menurun. Pemda perlu menyiapkan skema relaksasi atau insentif bagi UMKM di wilayah terdampak," ujar Sengkon saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).

Perlindungan terhadap UMKM juga dapat dilakukan melalui kebijakan belanja pemerintah. Menurutnya, kebutuhan logistik Satgas Karhutla sebaiknya dipenuhi dengan melibatkan UMKM dan koperasi lokal agar perputaran ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah bencana.

"Kebutuhan makanan, masker, hingga vitamin bagi Satgas bisa dibeli dari UMKM setempat. Ini menjadi bentuk gotong royong yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.

 

Selain menjaga roda perekonomian, Sengkon menilai penanganan karhutla juga perlu lebih berorientasi pada mitigasi dampak kesehatan masyarakat agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun.

"Dalam reses, warga berharap karhutla tidak lagi menjadi bencana tahunan. Kami mendorong pengadaan Ruang Oksigen Aman di puskesmas dan fasilitas publik, khususnya bagi balita dan lansia," tuturnya.

Sengkon menambahkan DPRD siap mengawal peningkatan anggaran program Desa Tangguh Api agar upaya mitigasi dilakukan sejak tingkat desa.

“Pendekatan yang lebih preventif menjadi kunci untuk mengurangi dampak kesehatan maupun ekonomi akibat karhutla di masa mendatang,”pungkasnya.

Topik Menarik