Kronologi Lengkap Usher GIIAS 2026 Murka Direkam Tanpa Izin Kreator Ebemartono alias Emanuel Bryan

Kronologi Lengkap Usher GIIAS 2026 Murka Direkam Tanpa Izin Kreator Ebemartono alias Emanuel Bryan

Berita Utama | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 14:31
share

JAKARTA, iNews.id – Kontroversi yang melibatkan kreator konten Ebemartono alias Emanuel Bryan masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah video bertajuk 'Cara Deketin Cewek di Pameran' viral dan menuai kritik, kini  usher GIIAS 2026 yang mengaku menjadi objek dalam video akhirnya angkat suara.

Dalam unggahan di Threads, usher yang merupakan petugas profesional yang bertugas menyambut, memandu, dan mengarahkan pengunjung di area pameran mengaku merasa dirugikan karena tidak pernah mengetahui dirinya direkam menggunakan kacamata Meta milik Ebemartono alias Emanuel Bryan. Ia juga menyebut tidak pernah memberikan persetujuan agar videonya dipublikasikan.

Penasaran seperti apa cerita lengkap dari insiden viral ini? Simak kronologi lengkapnya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Usher GIIAS 2026 Murka gegara Direkam Tanpa Izin oleh Kreator Ebemartono alias Emanuel Bryan

Menurut pengakuan usher, saat itu dirinya sedang bekerja sebagai freelancer di salah satu booth mobil dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Ia mengatakan, dua pria menghampiri booth tempatnya bertugas dan mulai bertanya mengenai spesifikasi mobil yang dipamerkan.

Sebagai usher, ia pun menjelaskan seluruh informasi produk dengan ramah. Setelah itu, kedua pengunjung disebut melanjutkan percakapan dengan menanyakan identitas pribadinya, seperti nama dan umur.

"Konten kreator ini datang berdua ke mobil yang aku jaga, awalnya menanyakan tentang mobilnya dan tentu aku menjelaskan dan menjawab dengan sopan," tulisnya, dikutip Senin (3/8/2026).

Dalam pengakuannya, usher tersebut mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa interaksinya dengan dua pengunjung tersebut sedang direkam.

Menurutnya, di akhir percakapan memang sempat terlihat seseorang memegang ponsel untuk merekam dari arah belakang. Namun, ia mengira perekaman itu hanya ditujukan kepada mobil atau area booth yang sedang dijaganya.

"Di saat aku mengobrol dengan mereka, aku sama sekali tidak tahu kalau aku sedang divideo," tulisnya.

Belakangan, ia baru mengetahui seluruh percakapan direkam menggunakan kamera yang terpasang pada kacamata Meta milik Emanuel Bryan.

Syok Videonya Diunggah dengan Judul Cara Deketin Cewek di Pameran

Beberapa waktu setelah kejadian, usher tersebut mengaku menerima kiriman video yang telah diunggah ke media sosial.

Ia terkejut karena dirinya menjadi objek utama dalam konten yang diberi judul 'Cara Deketin Cewek di Pameran'. Menurutnya, sejak awal tidak pernah ada pemberitahuan bahwa percakapan tersebut akan dijadikan konten media sosial.

"Isi konten dan narasi tersebut aku merasa sangat tidak nyaman," ungkapnya.

Mengaku Tak Pernah Memberikan Persetujuan

Dalam unggahannya, usher itu menegaskan tidak pernah memberikan izin untuk direkam maupun dijadikan fokus utama dalam video.

Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa kreator menggunakan kamera tersembunyi yang terpasang pada kacamata Meta.

"Di sini tidak ada persetujuan di awal kalau yang dibuat konten itu adalah aku perorangan. Mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai kamera yang ada di kacamatanya untuk merekam aku dari depan," tulisnya.

Menurut dia, apabila dirinya hanya terekam sebagai bagian dari keramaian di ruang publik, hal tersebut mungkin berbeda. Namun, dalam video tersebut ia merasa menjadi objek utama sehingga keberatan videonya dipublikasikan.

Menghubungi Emanuel Bryan untuk Meminta Video Dihapus

Merasa tidak nyaman, usher tersebut kemudian menghubungi Emanuel Bryan melalui pesan langsung (DM) dan meminta agar video tersebut diturunkan.

Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu sempat ditolak. Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, pihak yang disebut sebagai Emanuel Bryan memberikan alasan bahwa video direkam di ruang publik.

"Public space, gak perlu izin. Kalau private property perlu," kata Bryan.

Usher tersebut kemudian membalas bahwa meski direkam di ruang publik, seseorang yang menjadi objek utama dalam video yang dipublikasikan tetap seharusnya dimintai persetujuan.

Klaim Diminta Membayar Biaya Produksi

Tak hanya itu, usher tersebut juga membuat pengakuan lain yang ikut menjadi sorotan publik.
Ia mengklaim sempat diminta membayar biaya produksi apabila ingin video tersebut dihapus.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, terlihat pesan yang berbunyi, "Kalau mau takedown boleh aja, tapi ada biaya cost yang perlu di-pay atas biaya produksi videonya."

Usher tersebut mempertanyakan alasan dirinya harus membayar, padahal sejak awal tidak pernah meminta untuk dijadikan objek konten.

"Bahkan teman-teman aku sesama usher yang meminta mereka untuk tidak mem-post video mereka malah dimintai sejumlah uang. Kita tidak meminta dikontenin, bahkan dari awal kita tidak tahu kita dijadikan object konten oleh mereka," tulisnya.

Belakangan, video yang memicu kontroversi itu diketahui telah dihapus dari media sosial.

Meski demikian, usher tersebut menyatakan persoalan belum sepenuhnya selesai. Ia mengaku masih mempertimbangkan langkah yang akan ditempuh selanjutnya terkait insiden tersebut.

Topik Menarik