Kiat Gisella Anastasia agar Gempi Mau Jujur dan Tak Takut Bercerita saat Buat Salah
JAKARTA – Membangun komunikasi yang terbuka dengan anak bukan perkara mudah, terutama saat mereka melakukan kesalahan. Penyanyi dan aktris Gisella Anastasia membagikan caranya menjaga hubungan penuh kepercayaan dengan putrinya, Gempita Nora Marten (Gempi), agar berani berkata jujur tanpa dihantui rasa takut.
Hal tersebut disampaikan Gisel dalam sesi talkshow Kreasi Anak untuk Negeri yang digelar Okezone Group di Tribeca Park, Central Park Mall, Jakarta Barat, Minggu (2/8/2026).
Dalam sesi tersebut, host menanyakan bagaimana cara Gisel mengajarkan kepada Gempi bahwa suatu tindakan itu salah tanpa membuat sang putri takut untuk bersikap jujur kepada orang tuanya.
Menanggapi pertanyaan itu, Gisel justru lebih dulu bertanya langsung kepada Gempi. Dengan spontan, Gempi mengaku dirinya terkadang masih merasa takut untuk berkata jujur kepada sang ibu.
"Gimana Gem? Kamu takut enggak jujur sama aku?" tanya Gisel.
"Sometimes (kadang-kadang)," jawab Gempi sambil tertawa.
Mendengar jawaban putrinya, Gisel mengakui dirinya terus berusaha mengendalikan emosi ketika menghadapi kesalahan yang dilakukan Gempi. Ia tidak ingin langsung meluapkan kemarahan tanpa memberikan penjelasan.
"Aku sih berusaha sebisa mungkin untuk mengatur emosi kalau dia lagi lakuin yang salah. Untuk enggak langsung der gitu ya. Kalau aku sih berusaha untuk selalu tone down," ujar Gisel.
Menurutnya, jika sampai harus berbicara dengan nada tegas, ia selalu menjelaskan alasan di balik sikap tersebut agar Gempi memahami maksud yang ingin disampaikan.
"Kalaupun sampai harus tinggi, aku kasih tahu kenapa. Maksudnya ada alasannya, supaya dia punya understanding (pemahaman)," katanya.
Ajarkan Konsekuensi
Tak hanya itu, Gisel juga memilih menjelaskan akibat dan konsekuensi dari sebuah tindakan dibandingkan sekadar melarang. Ia mencontohkan saat membahas aktivitas di internet atau permainan yang dinilai tidak sesuai untuk anak.
"Terus juga dikasih tahu akibatnya, konsekuensinya seandainya keterusan misalnya browse something yang salah atau main game yang enggak oke, itu konsekuensinya apa," ujarnya.
Agar lebih mudah dipahami, Gisel berusaha menggunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian Gempi. Bahkan, ia kerap memberikan contoh nyata yang mereka kenal bersama.
Dengan cara tersebut, Gisel berharap Gempi dapat memahami dampak dari setiap tindakan sekaligus tetap merasa aman untuk terbuka kepada orang tuanya, termasuk ketika melakukan kesalahan.
"Itu sebisa mungkin aku jelasin pakai kalimat yang dia mengerti. Sometimes kalau bisa ada contoh, akan lebih baik. Jadi dia bisa membayangkan," kata Gisel.









