Tumpukan Sampah di Pinggir Rel Stasiun Pasar Minggu Tak Kunjung Habis, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto menyampaikan pihaknya selalu mengangkut tumpukan sampah di sepanjang rel kereta api kawasan Stasiun Pasar Minggu. Namun, sampah tetap menumpuk di area tersebut meski diangkut setiap hari
Rizky menjelaskan, tumpukan sampah di lokasi tersebut tidak hanya berasal dari warga yang tinggal di sekitar kawasan. Namun juga dari masyarakat wilayah lain yang melintas dan membuang sampah sembarangan.
"Pada dasarnya petugas kami setiap hari melakukan pengangkutan sampah di lokasi ini agar tidak terjadi penumpukan. Namun, setelah sampah selesai diangkut, masih ada oknum masyarakat yang kembali membuang sampah secara liar hingga tumpukan sampah terus berulang," ujar Rizky dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Dia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Salah satunya contohnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebagai langkah tindak lanjut, Suku Dinas LH Jakarta Selatan akan memperkuat pengawasan di lokasi bersama pihak terkait," kata dia.
Ke depan, pihaknya akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan menegakkan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami juga mengajak masyarakat mendukung budaya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," ucap Rizky.
Sementara itu, salah seorang warga, Titin menuturkan, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) tersebut rutin diangkut menggunakan truk setiap hari. Namun, tumpukan sampah kembali muncul karena masih banyak warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.
"Siang hingga malam, bahkan sampai keesokan harinya, warga biasa kembali membuang sampah di sini," ujar Titin.
Titin menyebut, banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah di lokasi tersebut menjadi persoalan tersendiri.
"Banyaknya masyarakat dari luar kawasan yang membuang sampah sembarangan membuat TPS tersebut kembali cepat dipenuhi sampah dalam waktu singkat," tuturnya.





