Polda Metro Bakal Tindak Pengendara yang Tutupi Pelat Nomor!
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya merespons maraknya pengendara yang menutupi pelat nomor kendaraan menggunakan lakban maupun stiker. Polisi memastikan pelanggaran tersebut akan menjadi sasaran penindakan melalui hunting system.
Fenomena modifikasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) ramai diperbincangkan setelah beredar video sebuah mobil diduga sengaja menutupi sebagian huruf dan angka pada pelat nomor untuk menghindari kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Brigjen Komaruddin mengatakan, saat ini petugas masih mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan teguran kepada pengendara yang kedapatan mengubah atau menutupi pelat nomor agar segera mengembalikannya sesuai aturan.
“Saat ini masih kami berikan teguran untuk mengembalikan sesuai ketentuan,” kata Komaruddin kepada wartawan, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Meski masih mengutamakan teguran, polisi memastikan penindakan akan diperkuat. Komaruddin mengatakan hunting system kembali dioptimalkan untuk menindak pelanggaran tertentu, termasuk penggunaan TNKB yang tidak sesuai ketentuan.
“Ke depan pastinya akan kami berdayakan kembali hunting system untuk pelanggaran-pelanggaran tertentu termasuk salah satunya TNKB, mengingat beberapa kejadian kejahatan jalanan yang salah saru modusnya dalam beraksi dengan mengubah, menutup atau tidak menggunakan TNKB,” ujarnya.
Menurut Komaruddin, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ETLE maupun penindakan kepolisian selama mematuhi peraturan lalu lintas.
“Pengendara tidak perlu takut kena ETLE atau tilang sepanjang mematuhi aturan berlalu lintas, yang kepatuhan tersebut juga merupakan faktor utama dari terciptanya kelancaran dan keselamatam untuk dirinya dan orang lain di jalan,” tutur Komaruddin.
Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam diduga menutupi sebagian huruf dan angka pada pelat nomornya menggunakan lakban. Aksi tersebut diduga dilakukan untuk menghindari deteksi kamera ETLE dan memicu perhatian publik.








