4 Cara Melindungi Anak dari Penularan Batuk Pilek di Lingkungan Sekolah
BATUK pilek merupakan penyakit yang sering dialami anak-anak, terutama ketika mereka mulai aktif berinteraksi di sekolah atau lingkungan bermain. Meski penularan virus sulit dihindari sepenuhnya, orangtua dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko anak tertular.
Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diajarkan kepada anak agar tidak mudah terkena batuk pilek. Ini jadi kebiasaan penting yang bisa dilakukan orangtua.
Berikut 4 Cara Melindungi Anak dari Penularan Batuk Pilek di Lingkungan Sekolah:
1. Ajarkan Anak Tidak Berbagi Makanan dan Minuman
Kebiasaan berbagi makanan atau minuman dengan teman dapat menjadi salah satu jalur penularan virus. Karena itu, orangtua perlu mengajarkan anak untuk tidak menggunakan botol minum, sendok, atau alat makan yang sama dengan orang lain.
“Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orang tua supaya anak enggak ketularan, enggak makin sering kena batuk pilek,” ujar dr. Atika.
“Yang pertama sudah pasti diajarin banget sama anak-anaknya untuk enggak sharing makanan sama minuman. Jadi enggak share botol minum, enggah share makanan dengan sendok atau garpu yang sama. Karena itu adalah pintu awal buat mereka gampang ketularan bapil atau penyakit yang lain, gitu,” lanjutnya.
2. Biasakan Cuci Tangan dengan Benar
Mencuci tangan menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit. Orangtua dapat membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah beraktivitas di luar rumah.
Kebiasaan ini sebaiknya sudah dikenalkan sejak anak berada di rumah agar menjadi rutinitas saat berada di sekolah. Menurut dr. Atika, kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat membantu menurunkan risiko anak terkena batuk pilek.
“Kemudian yang kedua adalah memastikan bahwa anak kita tuh udah terbiasa sama cuci tangan,” jelas dr. Atika.
“Sebelum sekolah, diajarin dulu nih di rumah bahwa mau makan harus cuci tangan, habis main harus cuci tangan. Jadi mereka udah terbiasa nih buat cuci tangan yang benar. Karena itu, cuci tangan itu bisa mengurangi banget risiko bapil pada anak-anak,” sambungnya.
3. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin
Ketika anak sedang batuk atau pilek, penting untuk mengajarkan cara batuk yang benar agar tidak menyebarkan virus kepada orang lain. Anak sebaiknya menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku tangan saat batuk dan bersin, bukan langsung mengarah ke depan.
Kebiasaan ini tidak hanya melindungi orang lain. Ini juga membantu membangun kesadaran anak untuk menjaga kebersihan diri.
“Kemudian yang ketiga adalah kalau misalnya dia lagi batuk atau pilek, usahain mereka bisa tahu cara batuk yang benar. Jadi enggak yang terus langsung ke depan, gitu. Tapi kita tutup tangannya atau misalnya mau pakai tisu ataupun yang lain supaya gak gampang menular,” ucap dr. Atika.
4. Pastikan Nutrisi dan Imunisasi Anak Terpenuhi
Selain menjaga kebersihan, daya tahan tubuh anak juga perlu diperkuat melalui makanan bergizi seimbang dan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Dengan asupan nutrisi yang baik dan perlindungan imunisasi, sistem kekebalan tubuh anak bekerja lebih optimal sehingga risiko sakit berulang berkurang.
“Sama yang penting juga adalah makanan bergisi dan juga imunisasi,” jelas dr. Atika.
“Dengan imunisasi yang lengkap, daya tahan tubuhnya lebih baik, semoga anak kita juga enggak jadi gampang batuk pilak ataupun sakit-sakit yang lain, gitu,” tutupnya.










