Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh China mengintervensi Pilpres AS 2020, menyebabkan kekalahannya dari Joe Biden. Menurut Trump, China mendapat 220 juta berkas pemilih AS.
Dalam pidato resmi, Kamis (16/7/2026), dia menyebut insiden itu sebagai "penodaan data pemilu terbesar dalam sejarah".
Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan pengungkapan atau deklasifikasi temuan intelijen yang menunjukkan meluasnya campur tangan asing dalam sistem pemilu AS.
Mengutip laporan CIA, Trump mengatakan pada pertengahan 2018, selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden, kebijakan Partai Komunis China adalah "memanfaatkan seluruh elemen dalam negeri dan asing".
Menurut Trump, China berupaya agar perolehan suaranya dalam Pilpres 2020 berkurang, membuatnya mengundurkan diri, atau mencegahnya untuk ikut dalam pilpres kembali.
Trump juga menuduh pemerintah China mencari beberapa jurnalis AS yang biasa membuat berita negatif tentang dirinya, kemudian membayar mereka dengan uang dalam jumlah besar guna melakukan hal yang sama.
Putin Gelar KTT Rusia-ASEAN di Kazan
"Seperti dinyatakan dalam salah satu penilaian, kami menilai bahwa musuh-musuh Amerika Serikat, termasuk setidaknya Rusia, China, Iran, Korea Utara, serta aktor-aktor non-negara, memiliki kemampuan untuk membahayakan infrastruktur pemilu AS." katanya.
Trump juga mengeklaim, pengungkapan ini menunjukkan sistem pemilu AS yang "sangat rusak dan sangat rentan", seraya menegaskan sistem tersebut tidak boleh dipertahankan.
"Ratusan juta berkas pemilih AS berada di tangan pemerintah asing," ujarnya, menegaskan.
Dengan juga menyebut, ratusan ribu warga asing dan orang yang sudah meninggal terdaftar sebagai dalam daftar pemilih tetap.
"Besok, Menteri Keamanan Dalam Negeri (Markwayne Mullin) akan memberikan pengarahan untuk menjelaskan tugas departemennya baru-baru ini, mengonfirmasi kerentanan siber dalam sistem pemungutan suara elektronik kita, kerentanan tersebut buruk," tuturnya.








