Normalisasi Kali Ciliwung Telan Anggaran Rp300 Miliar, Pemprov Siapkan Rusun untuk Warga
IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dana Rp300 miliar untuk melakukan pembebasan lahan alias ganti rugi bangunan warga di bantaran Kali Ciliwung. Pembebasan lahan itu dikerjakan karena masuk dalam program normalisasi Kali Ciliwung.
"Anggaran pembebasan lahan tahun ini sebesar Rp300 miliar. Bangunan yang sudah dibebaskan akan segera dibersihkan, termasuk seluruh target 170 bangunan tersebut," kata Pramono di sekitar Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Tak hanya membebaskan lahan, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan rumah susun (rusun) bagi warga yang bangunannya terdampak penggusuran. Namun, yang menjadi permasalahan, tidak semua warga ingin pindah ke rusun.
"Tidak semua warga ingin pindah karena mata pencaharian mereka berada di kawasan ini, sudah terbiasa tinggal di sini, atau memilih tinggal bersama keluarganya. Namun apabila bersedia, rumah susun yang kami siapkan, antara lain di Rorotan dan Pulo Gebang," katanya.
Pramono menargetkan 170 bangunan yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung rampung dibongkar, paling lambat akhir 2026. Saat ini, 62 bangun telah rampung dibongkar.
"Alhamdulillah, dari target 170 bidang, saat ini telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan," ujar Pramono.
Pramono mengaku dirinya tak pernah membayangkan bahwa proses pembebasan lahan bisa berjalan dengan baik. Sebab banyak orang yang merasa kawasan tersebut sulit dilakukan pembebasan lahan.
"Orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata lahan di kawasan ini bisa dibebaskan dan proses normalisasi dapat dilakukan," kata dia.
Dia menambahkan, bahwa proyek normalisasi Kali Ciliwung ini merupakan program lama yang sempat terhenti. Dirinya berharap, upaya normalisasi sungai Ciliwung bisa mengurangi dampak banjir, khususnya di pemukiman Warga yang dekat bantaran kali.
"Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya," ujarnya.
(Dhera Arizona)









