Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Selecao Murka Minta Ancelotti Dipecat hingga Dibawa ke Pengadilan

Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Selecao Murka Minta Ancelotti Dipecat hingga Dibawa ke Pengadilan

Berita Utama | inews | Jum'at, 10 Juli 2026 - 16:00
share

SAO PAULO, iNews.id – Legenda sepak bola Brasil, Romario Faria, melontarkan kritik keras kepada Carlo Ancelotti setelah Timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Dia bahkan menilai pelatih asal Italia itu tidak pantas mempertahankan posisi sebagai pelatih utama Selecao.

Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Kekalahan tersebut menjadi catatan buruk karena untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia Italia 1990, Brasil gagal melaju lebih jauh dari fase tersebut.

Kegagalan itu memicu kemarahan besar di Brasil. Gaya permainan yang diterapkan Ancelotti juga mendapat sorotan karena dianggap tidak mampu membawa karakter khas sepak bola Brasil yang selama ini dikenal dengan permainan menyerang.

Romario menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik Ancelotti. Mantan penyerang Timnas Brasil itu bahkan meminta Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) segera mengambil tindakan terhadap pelatih berusia 67 tahun tersebut.

“Dia (Ancelotti) tidak bisa tetap menjadi pelatih Brasil. Jika saya berada di federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruh dia pergi dan langsung merobek kontraknya. Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan. Kita lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak bisa bertahan,” kata Romario dikutip dari Sky Sport Italia.


Romario Soroti Taktik Ancelotti

Romario juga mempertanyakan keputusan taktik Ancelotti saat menghadapi Timnas Norwegia. Dia menilai beberapa pergantian pemain yang dilakukan mantan arsitek Real Madrid itu tidak masuk akal dan menjadi salah satu penyebab Brasil gagal tampil maksimal.

“Saya bahkan tidak bisa memahami apa yang sebenarnya ingin dia lakukan di lapangan,” ujar Romario.

Dia menyoroti keputusan Ancelotti yang mengganti Bruno Guimaraes dan menempatkan Ederson di posisi melebar. Menurut Romário, keputusan tersebut muncul karena Brasil tidak memiliki cukup pilihan pemain di posisi bek sayap setelah Wesley mengalami cedera.

“Dia mengganti Bruno Guimaraes dan menempatkan Ederson melebar. Dia melakukan itu karena tidak memanggil bek sayap lain. Salah satu bek sayap (Wesley) cedera, lalu dia menggantinya dengan gelandang tengah. Saya tahu pilihannya tidak banyak, tetapi pasti ada seseorang yang lebih baik daripada Ederson di posisi tersebut,” tutur Romario.

Romario kemudian membandingkan situasi Ancelotti dengan beberapa pelatih Brasil sebelumnya seperti Dunga, Luiz Felipe Scolari, dan Tite. Menurut dia, pelatih yang gagal membawa hasil positif harus siap menerima konsekuensi.

“Kami pernah memiliki Dunga. Dia kalah dan pergi. Kami memiliki Luiz Felipe Scolari; dia memenangkan Piala Dunia, jadi dia bertahan. Kami memiliki Tite. Dia kalah, tetap bertahan, lalu kalah lagi,” kata Romario.

Mantan pemain Barcelona dan PSV Eindhoven itu kembali menegaskan kekecewaannya terhadap Ancelotti. Dia menilai pelatih asing tersebut mendapat perlakuan berbeda dari publik dan media Brasil dibandingkan pelatih lokal.

“Sekarang kami memiliki Ancelotti yang menyebalkan ini, yang kalah dan akan terus kalah. Dia membuat banyak kesalahan di Piala Dunia ini, dan tidak ada satu pun dari kalian di media yang mengatakan apa pun. Jika dia pelatih Brasil, kalian pasti sudah menghancurkannya. Tetapi karena dia orang asing, tidak ada yang mengatakan apa-apa,” ujar Romario.

Topik Menarik