Konservasi Prambanan Resmi Dimulai, 224 Candi Perwara Jadi Prioritas
YOGYAKARTA, iNews.id – Program konservasi Candi Prambanan resmi dimulai melalui kerja sama antara Indonesia dan India. Sebanyak 224 candi perwara atau candi pendamping di kompleks Candi Prambanan menjadi fokus utama dalam proyek pelestarian yang diharapkan memperkuat upaya menjaga salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Konservasi dilakukan menggunakan pendekatan ilmiah yang mencakup penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservator dari kedua negara. Program ini juga menjadi salah satu tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026).
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menegaskan seluruh proses konservasi akan tetap mengedepankan prinsip pelestarian yang menjadi syarat utama sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.
"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah. Selain itu keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi tapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia, berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan, dan terjaganya nilai warisan dunia Prambanan," kata Esti dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Esti, konservasi tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik bangunan candi, tetapi juga memastikan nilai sejarah, budaya, dan arkeologi yang dimiliki Candi Prambanan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, menilai kolaborasi Indonesia dan India menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
"Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional. Kami optimistis kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India yang memiliki penduduk sekitar 1,4 miliar jiwa, sekaligus mendorong pertumbuhan inbound tourism berkualitas," ujar Maya.
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Dia menambahkan, pelestarian warisan budaya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui terciptanya lapangan kerja, berkembangnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatnya kesejahteraan di kawasan destinasi wisata.
Senada dengan itu, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, mengatakan Candi Prambanan kini memiliki peran yang lebih luas setelah ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022. Kawasan tersebut tidak lagi hanya dipandang sebagai objek wisata maupun situs arkeologi, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, dan kerja sama internasional.
Dia juga optimistis proyek konservasi akan memperkuat daya tarik Candi Prambanan di mata wisatawan mancanegara, terutama dari India yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia.
"Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan. Kami berharap percepatan pemugaran kawasan Prambanan semakin memperkuat daya tarik destinasi ini di mata dunia, khususnya bagi wisatawan asal India yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kawasan ini," tutur Febrina.
Berdasarkan data pengelola, wisatawan asal India yang berkunjung ke kawasan Candi Prambanan rata-rata mencapai hampir 4.000 orang setiap tahun. Angka tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk terus meningkat seiring penguatan promosi dan kerja sama bilateral kedua negara.
Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan mencatat sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahunnya. Melalui program konservasi ini, pemerintah berharap kelestarian kawasan warisan dunia tersebut tetap terjaga sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.









