Pangdam Mandala Trikora Buka Suara soal Mama Sinta: Tak Ada Penculikan!

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara soal Mama Sinta: Tak Ada Penculikan!

Berita Utama | inews | Kamis, 11 Juni 2026 - 16:29
share

JAYAPURA, iNews.id - Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen Frits Wilem Rizard Pelamonia membantah kabar beredar yang menyebut TNI terlibat penculikan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta. Dia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dia memastikan tidak ada tindakan pemaksaan terhadap Mama Sinta dalam proses keberangkatannya ke Jakarta.

"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/6/2026).

Menurut Pangdam, klarifikasi terkait peristiwa tersebut telah disampaikan langsung oleh Mama Yasinta sebagai pihak yang mengalami kejadian. Berdasarkan pengakuannya, tidak pernah terjadi pemaksaan maupun penculikan.

"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ujarnya.

Mayjen Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat dalam proses pemindahan Mama Sinta, termasuk isu penggunaan pesawat tertentu. Dia menilai informasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.

“Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,” katanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI mengenai tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus yang melibatkan Mama Sinta. Menurut dia, berkembangnya isu tersebut tidak terlepas dari minimnya konfirmasi langsung kepada pihak-pihak terkait sehingga memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat.

"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” ujarnya.

Pangdam juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,” kata Pangdam.

Topik Menarik