Survei Poltracking: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Tembus 72,2 Persen
JAKARTA, iNews.id - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan di bawah komando Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren sangat positif. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga Poltracking Indonesia, angka kepuasan publik kini berada di garis 72,2 persen.
Tingginya persentase tersebut membuktikan bahwa mayoritas lapisan masyarakat memberikan penilaian yang cukup baik terhadap kinerja dan arah kebijakan jalannya pemerintahan dalam periode awal kepemimpinan pasangan Prabowo-Gibran.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan nilai kepuasan publik yang menyentuh angka 72,2 persen tersebut didapatkan dari penggabungan kategori masyarakat yang menyatakan sangat puas dan cukup puas.
"Sebanyak 72,2 persen publik mengatakan puas, gabungan sangat puas dan cukup puas, terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Masduri Amrawi dalam rilis survei yang digelar secara daring, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, untuk kelompok masyarakat yang menyatakan tidak puas berada di angka 25,1 persen. Angka ketidakpuasan tersebut merupakan akumulasi total dari persepsi responden yang memilih kategori kurang puas dan sangat tidak puas.
Masduri menambahkan, tingginya angka rapor hijau bagi pemerintah ini mencerminkan adanya penerimaan sosial yang kuat terhadap sejumlah program skala prioritas yang dicanangkan oleh kabinet. Penilaian masyarakat secara umum sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap efektivitas kebijakan yang telah diimplementasikan di lapangan.
Merujuk pada data hasil survei, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi lokomotif pendorong tingginya kepuasan masyarakat. Faktor-faktor ini berkaitan erat dengan program kerja nyata yang dampaknya langsung dirasakan oleh publik dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Alasan terbesar yang menduduki peringkat pertama adalah program bantuan pemerintah atau bansos yang dinilai semakin tepat sasaran, dengan raihan persentase sebesar 14 persen. Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran intervensi jaring pengaman sosial masih menjadi indikator vital dalam penilaian rapor kinerja pemerintah.
Selain urusan bansos, kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu janji kampanye andalan, juga mendapatkan tempat di hati masyarakat dengan apresiasi sebesar 13,8 persen. Program ini dinilai memberikan dampak instan dan konkret bagi pemenuhan gizi kelompok masyarakat penerima manfaat.
"Di antara responden yang merasa puas, alasan utama yang paling banyak disampaikan adalah bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran, berjalannya Program Makan Bergizi Gratis, serta karakter kepemimpinan nasional yang dinilai tegas dan berwibawa," kata Masduri.
Sebagai informasi, survei nasional Poltracking Indonesia ini digelar pada periode 11 hingga 17 Mei 2026 melalui metode wawancara tatap muka langsung (face-to-face).
Riset ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling. Survei ini memiliki nilai toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan publik mencapai 95 persen.










