Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur

Momen Sakral Puncak Waisak, Ribuan Lampion Diterbangkan di Candi Borobudur

Berita Utama | inews | Senin, 1 Juni 2026 - 15:39
share

MAGELANG, iNews.id – Ribuan lampion menerangi langit kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026) malam. Total ada 2.570 lampion diterbangkan sebagai puncak perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang diikuti ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Penerbangan ribuan lentera tersebut menjadi simbol doa, harapan, perdamaian dan harmoni bagi seluruh umat manusia. Suasana khidmat menyelimuti pelataran Candi Borobudur saat para peserta melepaskan lentera ke langit malam.

Sebelum diterbangkan, setiap peserta menuliskan doa dan harapan pribadi pada dinding kertas lentera. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Waisak yang berlangsung penuh makna spiritual.

Puncak peringatan Waisak 2570 BE berlangsung tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Momentum sakral itu diikuti para bhikkhu, tokoh agama, dan ribuan umat Buddha yang memadati kawasan Candi Borobudur.

Bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya, menjelaskan bahwa peringatan Tri Suci Waisak merupakan penghormatan terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama.

Ketiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna, serta wafatnya Sang Buddha Gautama atau Parinibbana.

“Peringatan Waisak bukan hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga momentum bagi umat untuk memperkuat pengendalian diri, menumbuhkan kebajikan, serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pada perayaan tahun ini, umat Buddha mengangkat tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan". Tema tersebut mengajak umat menjadikan dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur, bijaksana, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Dwi Virya, nilai-nilai dharma yang diajarkan Sang Buddha masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern.

“Nilai-nilai dharma yang diajarkan Sang Buddha relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern, sekaligus menjadi landasan dalam membangun harmoni dan persaudaraan antarumat manusia,” ujarnya.

Perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur kembali menjadi magnet bagi umat Buddha dari berbagai daerah dan negara. Ribuan lentera yang menghiasi langit Borobudur menjadi simbol harapan akan dunia yang lebih damai, penuh kasih, dan harmonis.

Pemandangan cahaya lampion lentera yang membubung tinggi di atas kompleks candi menciptakan suasana sakral sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Waisak 2026 yang berlangsung meriah dan penuh makna.

Topik Menarik