Kesal Banjir Terus Berulang, Warga Perumahan di Karawang Segel Kantor Developer
KARAWANG, iNews.id - Aksi penyegelan kantor developer dilakukan warga Perumahan Villa Kencana Karawang, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Aksi ini sebagai bentuk meluapkan kekecewaan mereka usai banjir merendam perumahan hingga 1 meter, Minggu (24/5/2026).
Banjir ini merendam sekitar 150 rumah warga. Para warga menilai developer belum memberikan solusi nyata meski banjir terus berulang.
Banjir kali ini disebut menjadi yang paling parah karena air merendam rumah warga sejak siang hingga malam hari dengan ketinggian mencapai sekitar 1 meter.
Pengurus RT 04/RW 02 Desa Wancimekar, Robi mengatakan, warga sebelumnya sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan pihak pengembang dan pemerintah desa untuk membahas persoalan banjir. Namun hingga kini, tuntutan warga terkait perbaikan drainase dan pelebaran aliran sungai belum juga direalisasikan.
Sekjen Ferry Kurnia Lantik Pengurus Partai Perindo Jabar: Prioritas Utama Menuju Pemilu 2029
“Kami sudah tiga kali audiensi dengan pihak pengembang dan pemerintah desa, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Pergantian manajemen pemasaran yang sering terjadi juga membuat persoalan ini belum terselesaikan,” ujar Robi dikutip dari iNews Karawang, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kemarahan warga memuncak setelah banjir kali ini menyebabkan banyak kerusakan. Sejumlah kendaraan mogok, perabot rumah tangga rusak, bahkan ada warga yang terpaksa mengungsi.
Warga kemudian mendatangi kantor pemasaran pengembang untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban. Namun saat tiba di lokasi, tidak ada pihak manajemen yang menemui warga sehingga terjadi aksi penyegelan.
“Kami melakukan penyegelan. Rencananya besok akan ada aksi lanjutan,” katanya.
Ketua RT 02/RW 04 Desa Wancimekar, Banda Subanda mengatakan banjir memang kerap terjadi di kawasan Villa Kencana setiap hujan deras turun. Namun kondisi kali ini jauh lebih buruk dibanding sebelumnya.
“Banjir hari ini mencapai sekitar satu meter. Ada sekitar 150 rumah yang terdampak. Selain itu ada tanggul yang jebol sehingga air masuk semakin besar,” ujar Banda.
Dia menjelaskan, meluapnya air diduga dipicu penyempitan aliran Sungai Cipondoh menuju hilir. Selain itu, tanggul yang jebol membuat debit air semakin besar masuk ke area perumahan.
Akibatnya, banyak rumah warga terendam dan sejumlah keluarga memilih mengungsi ke tempat kerabat demi keselamatan.
Salah seorang warga, Rulli berharap pemerintah daerah dan pihak pengembang segera turun tangan mencari solusi permanen agar banjir tidak terus terjadi.
“Kami berharap ada solusi nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah agar banjir ini tidak terus terjadi,” ucapnya.




