Kacau! Israel Terus Bombardir Lebanon meski Gencatan Senjata Berlaku
BEIRUT, iNews.id - Pasukan Israel masih menyerang Lebanon meski gencatan senjata telah berlaku pada Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Lebanon dan Israel, menandai jeda konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang tersebut.
Gencatan senjata berlaku Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 Waktu AS Bagian Timur atau Jumat (17/6/2026) pukul 06.00 WIB.
Kantor berita pemerintah Lebanon NNA melaporkan, militer Zionis menembakkan artileri ke Kota Khiam dan Debbine di Lebanon selatan, beberapa menit setelah gencatan senjata berlaku tepat lepas tengah malam.
Sekitar 30 menit setelah gencatan senjata berlaku, Israel masih terus menembakkan artileri ke kedua kota tersebut.
Bukan hanya itu, militer Israel juga menerbangkan drone secara intensif di atas Rashaya serta lereng barat Gunung Hermon di Lebanon bagian tenggara.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa serta kerusakan akibat serangan Israel tersebut.
Libur Lebaran dan Jeda Internasional: Bojan Hodak Beri Waktu Rehat untuk Skuad Persib Bandung
Israel mengintensifkan serangan sejak beberapa menit sebelum gencatan senjata berlaku. Sekitar 10 menit sebelum gencatan senjata, jet-jet tempur Israel menggempur sedikitnya 11 kota, yakni Aanqoun, Jbsheet, Kfar Dounin, dan Deir Ez Zahrani. Enam lokasi lain menjadi target serangan beberapa menit kemudian.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan militernya menargetkan peluncur roket kelompok Hizbullah, menjelang berlakunya perjanjian gencatan senjata.
Sebagai pembalasan, kelompok Hizbullah Lebanon menembakkan roket ke Israel, kurang dari 5 menit sebelum gencatan senjata berlaku. Bukan hanya itu, para pejuang Hizbullah melakukan serangan intensif terhadap posisi pasukan Zionis Israel di zona perbatasan dan lingkungan Bint Jbeil.










