Pembina Petisi Ahli: Ketidakadilan dan Tebang Pilih Masih Dirasakan Para Pencari Keadilan

Pembina Petisi Ahli: Ketidakadilan dan Tebang Pilih Masih Dirasakan Para Pencari Keadilan

Berita Utama | inews | Selasa, 7 April 2026 - 06:49
share

JAKARTA, iNews.id - Pembina Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) Komjen (Purn) Ito Sumardi, mengungkap realitas penegakan hukum di Indonesia yang masih diwarnai kritik dari masyarakat. Mulai dari kesan tebang pilih hingga proses hukum yang panjang dan mahal.

Hal itu disampaikannya dalam seminar nasional bertema 'Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia' di Jakarta, Senin (6/4/2026). Ito menyebut persepsi publik terhadap penegakan hukum masih bercampur antara apresiasi dan kekecewaan.

"Ada tren kepercayaan yang membaik terhadap lembaga hukum, tetapi keluhan soal ketidakadilan, tebang pilih, dan impunitas tetap masih kuat dirasakan dari para warga pencari keadilan," ujarnya.

Dia memaparkan sejumlah keluhan utama masyarakat terhadap penegakan hukum. Keluhan utama masyarakat yang dapat diamati adalah adanya kesan tebang pilih.

Masyarakat melihat kasus yang menyentuh tokoh kuat atau berkaitan dengan kepentingan politik sering berjalan lebih lambat atau berakhir dengan hukuman yang lebih lebih ringan dibandingkan perkara yang melibatkan rakyat biasa.

"Kedua, korupsi dan suap dalam proses penegakan hukum masih dianggap nyata dan kental, baik di tingkat penyidikan, penuntutan, maupun peradilan, sehingga menurunkan rasa keadilan di antara masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Ito menyoroti masih tingginya angka kriminalitas yang tidak dilaporkan oleh masyarakat.

"Saat ini banyak masyarakat enggan untuk melapor sehingga dark number atau angka gelap daripada kasus yang sebenarnya itu saat ini masih sangat tinggi, hampir sekitar 70 persen, yang menyebabkan kebijakan untuk bagaimana menangani kasus kejahatan ini menjadi sulit," katanya.

Topik Menarik