Rapimnas IKA-PMII Bahas Dampak Perang di Timteng terhadap Ekonomi RI
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pengurus Besar IKA PMII membahas dampak perang di Timur Tengah (Timteng) terhadap ekonomi Indonesia. Rapimnas yang digelar di Hotel Grand Mercure, Ancol itu dihadiri oleh Ketua PB IKA PMII Fathan Subchi, Sekjend Nur Purnamasidi, dan Bendum IKA PMII Arif Rahman, hingga para tokoh-tokoh alumni PMII.
Selain itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Ketua KPU RI Moch. Afifuddin, dan Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga turut hadir. "Terima kasih kehadirannya. Ini rapat pertama di kepengurusan, fokus kami di tahun pertama konsolidasi. Kita sudah penataan dan melantik 16-17 Pengurus Wilayah (PW), ini semangatnya luar biasa terutama di Indonesia Timur," ujar Fathan dalam sambutannya, Kamis (5/3/2026).
Selanjutnya, pada tahun ke dua fokus pada transformasi terhadap gerakan yang akan mendorong kontribusi terhadap bangsa dan masyarakat. "Jadi setelah kita memperkuat alumni, kontribusi terhadap global. Bagaimana ekonomi kita, pangan kita. Tentu, Pak Wamenkeu akan memberikan insight terhadap situasi di tengah gejolak perang Iran dan Amerika-Israel saat ini," ujarnya.
Baca juga: Mamah Dedeh: Presiden Prabowo Bicara Soal Kondisi Negara dan Perang
Sementara itu, Ketua Steering Commite (SC) Zainul Munaschin menegaskan bahwa organisasi alumni PMII ingin mengambil peran dalam memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah. Beberapa program krusial antara lain MBG, Kopdes Merah Putih hingga Sekolah Rakyat.
Selain isu nasional, pihaknya juga membahas dampak konflik geopolitik global terhadap ekonomi nasional. "Dinamika politik internasional hari ini sangat penuh tantangan. Penyeranga Israel-Amerika ke Iran itu tentu akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia," kata Zainul.
Untuk itu, IKA-PMII menghadirkan Kementerian Keuangan untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional sekaligus langkah mitigasi pemerintah. "Kita ingin tahu seberapa jauh mitigasi yang sudah dilakukan pemerintah terhadap potensi dampak ekonomi dari situasi perang di Timur Tengah ini," pungkasnya.










