Kronologi Lengkap Taqy Malik Dituduh Mark Up Wakaf Alquran di Tanah Suci, Menggegerkan!

Kronologi Lengkap Taqy Malik Dituduh Mark Up Wakaf Alquran di Tanah Suci, Menggegerkan!

Berita Utama | inews | Minggu, 15 Februari 2026 - 16:09
share

JAKARTA, iNews.id – Kronologi kasus dugaan mark up harga wakaf mushaf Alquran yang menyeret nama pendakwah muda Taqy Malik jadi sorotan netizen. Kasus ini viral, bahkan terjadi perselisihan di antara pihak-pihak yang terlibat. 

Taqy Malik kembali viral di media sosial. Jika sebelumnya ramai dibahas gegara pembangunan masjid, kini ia diterpa tuduhan mark up harga wakaf mushaf Alquran dalam program distribusi di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.

Isu tersebut mencuat setelah rekan kerjanya yang menetap di Arab Saudi, Rendy Eka Permana alias Randy Permana, membeberkan dugaan tersebut dalam wawancara daring dengan awak media beum lama ini. Penasaran seperti apa kasus ini selengkapnya? Berikut kronologi lengkapnya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Taqy Malik Dituduh Mark Up Wakaf Mushaf Alquran

Randy  Permana menyebut, harga mushaf Alquran di toko-toko kawasan Makkah dan Madinah rata-rata berada di kisaran 40–50 riyal atau sekitar Rp180.000–Rp200.000. Namun, menurutnya, dalam program wakaf yang dijalankan Taqy, jamaah disebut membayar hingga 80 riyal atau sekitar Rp330.000 per mushaf.

"Dia menjual mushaf dengan harga Rp330.000, padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ujar Randy.

Meski demikian, Randy menegaskan bahwa ia tidak menyebut praktik tersebut sebagai penipuan secara langsung.

"Sebenarnya kalau nipu enggak. Ya, dia istilahnya membuka harga mushaf Rp330.000 terus dia akhirnya menyalurkan dengan beli mushaf yang murah, maksudnya yang tidak sesuai dengan wakaf. Sedangkan wakaf itu ya nominalnya berapa, ya, kita wakafkan sesuai nominal," tambahnya.

Pernyataan itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di media sosial.

Tak berhenti pada isu harga, Randy juga menyoroti metode distribusi. Ia menuding mushaf tidak langsung disalurkan saat dana diterima, melainkan ditimbun terlebih dahulu hingga mencapai 2.000–3.000 eksemplar.

"Masalah kedua, dia menimbun sampai terkumpul 2.000-3.000 mushaf baru berangkat menyalurkan. Poinnya, kalau amanah hari ini, ya, antar hari ini (disalurkan), bukan ditunggu sebulan demi konten," tegasnya.

Menurut Randy, praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip amanah dalam wakaf. Ia mengaku merasa dirugikan, baik secara pribadi maupun dalam lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

"Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman, dia yang enggak tinggal di sini tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman," ujarnya.

Tuduhan Ikut Diperkuat oleh Pernyataan Kreator Lain

Isu semakin meluas setelah kreator konten Aji Surya Wijaya ikut angkat bicara. Ia mengaku sudah lima tahun bolak-balik ke Arab Saudi dan tidak pernah menemukan harga mushaf di Makkah atau Madinah mencapai 80 riyal.

Pernyataan itu menambah tekanan publik terhadap Taqy. Kolom komentar media sosialnya pun mulai dibanjiri kritik dan pertanyaan.

menjadi pertanyaan sekarang, seperti apa klarifikasi Taqy Malik? Simak beritanya sampai selesai. 

Klarifikasi Taqy Malik soal Kasus Tuduhan Mark Up Wakaf Mushaf Alquran

Menanggapi tuduhan tersebut, Taqy Malik akhirnya angkat suara melalui unggahan Instagram. Ia mengawali klarifikasinya dengan tajuk 'Undangan Terbuka Tabayyun' 

“Dengan segala kerendahan hati, saya mengundang saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (live melalui platform Instagram dan dipublikasi secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggung jawab,” ujar Taqy, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran.

“Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia dan terlebih di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Taqy juga menyatakan seluruh fasilitas diskusi akan disiapkan demi menjaga wibawa forum. Terkait jadwal, ia menyebut pelaksanaan live Instagram akan menyesuaikan kesepakatan, namun lebih cepat dinilai lebih baik.

Terbaru, Taqy mengabarkan kalau tawaran untuk Tabayyun sudah diterima Randy. Namun, Randy meminta agar pertemuan dilakukan di Madinah. Taqy pun mengaku mengiyakan kesepakatan tersebut.


"Namun dengan satu syarat, sebelum itu kita berdiskusi dan mengonfirmasi terlebih dahulu di Indonesia mengenai seluruh tuduhan yang Saudara sampaikan, sekaligus dalam rangka bersilaturahmi," kata Taqy. 

"Mengingat saat ini kita sama-sama berada di Indonesia, saya memandang akan lebih bijak dan tepat apabila pertemuan tersebut dilakukan di sini (Jakarta) terlebih dahulu agar persoalan ini dapat dibahas secara terbuka, jernih, dan mencapai titik tengah dengan baik," tambahnya.

Topik Menarik