Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Berita Utama | inews | Selasa, 10 Februari 2026 - 11:13
share

SYDNEY, iNews.id - Demonstrasi menentang kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog di Kota Sydney, Australia, berujung rusuh, Senin (9/2/2026). Polisi menangkap 27 orang, termasuk 10 yang diduga menyerang petugas, setelah kekerasan pecah pada Senin malam.

Polisi membubarkan paksa ribuan demonstran yang berkumpul di dekat Balai Kota Sydney. Para demonstran, termasuk seorang anggota parlemen daerah dari kelmpok oposisi, mengatakan mereka dikepung dan dipukuli polisi.

Abigail Boyd, seorang anggota DPRD oposisi dari Partai Hijau, mengatakan dipukul oleh petugas saat berusaha meninggalkan lokasi.

"Lengan dan bahu saya sangat sakit karena dipukul. Saya benar-benar terkejut," katanya.

Penyelenggara demonstrasi, Kelompok Aksi Palestina Sydney, menyatakan para demonstran tidak bisa meninggalkan acara tersebut karena dikelilingi polisi dari segala sisi.

"Polisi mulai menyerang kerumunan dengan kuda, menyemprotkan semprotan merica secara membabi buta, memukul dan menangkap orang-orang," bunyi pernyataan kelompok tersebut.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sangat terpukul oleh kekerasan tersebut dan mendesak para demonstran untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

"Warga Australia menginginkan dua hal. Mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini. Mereka ingin pembunuhan dihentikan, baik itu Israel atau Palestina, tapi mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini," kata Albanese, kepada stasiun radio Triple M.

Sejauh ini tidak ada laporan demonstran yang menderita lukas serius.

Ribuan orang berkumpul di Pusat Kota Sydney untuk memprotes kunjungan Herzog ke Australia. Dia datang untuk mengikuti acara terkait penembakan massal di acara keagamaan Yahudi di Pantai Bondi pada Desember yang menewaskan 15 orang.

Polisi diberi kewewenangan untuk bertindak represif, pendekatan yang jarang digunakan untuk menangani demonstrasi, termasuk membubarkan serta membatasi masuknya mereka ke area tertentu.

Demonstran menggugat penanganan tersebut, namun ditolak pengadilan Sydney pada Senin.  Herzog tidak hadir di lokasi protes.

Tayangan televisi menunjukkan, beberapa demonstran berusaha menerobos barikade saat petugas memaksa mereka mundur. Beberapa demonstran terlihat berbaring di jalanan saat polisi berusaha menahan mereka.

Sementara itu polisi menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa.

Kepala Menteri Negara Bagian New South Wales, Chris Minns, membela tindakan polisi. Menurut dia, petugas diharuskan membuat keputusan cepat dalam situasi tegang dan mudah berubah seraya mendesak agar tetap tenang.

"Saya mengerti ada kritik terhadap Kepolisian New South Wales, saya hanya ingin memperjelas bahwa mereka terjebak dalam situasi yang mustahil," katanya.

Topik Menarik