Update Banjir Bandang di Bumiayu Brebes, 3 Rumah Hilang dan Belasan Rusak
BREBES, iNews.id – Banjir bandang kembali menerjang Kecamata Bumiayu, Kabupaten Brebes. Bencana itu mengakibatkan tiga rumah hanyut terbawa arus dan belasan lainnya rusak parah.
Bencana ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (23//2026) malam, hingga menyebabkan tebing sungai ambrol dan menghantam bangunan di atasnya.
Dampak terparah terpantau di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu. Tebing Sungai Keruh sepanjang belasan meter amblas akibat tidak kuat menahan debit air. Hal ini menyebabkan tiga rumah warga benar-benar hilang karena terbawa arus, sementara belasan rumah lainnya yang berada di bantaran sungai mengalami kerusakan struktural yang fatal.
Selain Desa Kalierang, terjangan banjir bandang juga melanda Desa Adisana dan Desa Penggarutan di Kecamatan Bumiayu. Puluhan rumah di dua desa tersebut turut mengalami kerusakan. Warga yang kehilangan tempat tinggal kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun tempat evakuasi yang lebih aman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Tahroni mengatakan, pemerintah kabupaten telah mengambil langkah darurat untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Namun, ia memberikan catatan serius mengenai penyebab bencana ini.
Menurut Tahroni, banjir bandang ini bukan semata-mata dipicu oleh cuaca ekstrem, melainkan diperparah oleh kondisi hulu sungai di lereng Gunung Slamet yang semakin gundul.
"Kondisi hulu yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya sangat berpengaruh. Perlu kesadaran dan kerja sama semua pihak untuk mengembalikan fungsi lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang," kata Tahroni saat meninjau lokasi terdampak.
Selain banjir bandang, hujan lebat juga memicu tanah longsor yang sempat memutus akses jalan provinsi penghubung Kabupaten Tegal dan Brebes, tepatnya di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog.
Berkat kesigapan petugas gabungan, material longsor telah berhasil dibersihkan pada Sabtu siang sehingga arus lalu lintas kembali normal. Pemerintah mengimbau warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Keruh untuk tetap waspada tinggi mengingat curah hujan masih sulit diprediksi.










