Greenland Tolak Jadi Bagian Amerika: Berhenti Remehkan Kami!

Greenland Tolak Jadi Bagian Amerika: Berhenti Remehkan Kami!

Berita Utama | inews | Minggu, 11 Januari 2026 - 07:34
share

KOPENHAGEN, iNews.id - Para pemimpin dari lima partai politik Greenland mengirim pesan kepada Presiden AS Donald Trump, isinya menegaskan mereka tak ingin menjadi warga Amerika Serikat.

Para politisi dan seluruh komponen wilayah bagian dari Denmark itu sepakat, apa pun iming-iming yang diberikan Trump tidak akan bisa untuk membeli Greenland.

“Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland,” bunyi pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (11/1/2026).

“Kami sekali lagi ingin menegaskan agar AS menghentikan sikap yang meremehkan negara kami. Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland.”

Pernyataan tersebut juga menyoroti bahwa partisipasi Greenland di kancah internasional, termasuk dalam negosiasi, meningkatkan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita harus kembali menyerukan agar dialog tersebut terus didasarkan pada diplomasi dan prinsip-prinsip internasional,” demikian isi pernyataan.

Pertemuan parlemen Greenland Inatsisartut akan dimajukan untuk memastikan bahwa debat politik yang adil dan menyeluruh masih berlangsung dan hak-hak rakyat dijamin.

Trump, saat berbicara di Gedung Putih pada Jumat lalu, mengatakan: pemeritahannya akan melakukan apa pun untuk merebut Greenland, suka atau tidak suka.

"Karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak akan pernah bertetangga dengan Rusia atau China,” ujarnya.

Trump juga menegaskan kemungkinan mengerahkan kekuatan militer untuk merebut Greenland.

“Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah, tapi jika tidak bisa melakukannya dengan cara mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit,” katanya.

Pernyataan Trump tersebut menuai kecaman luas. Beberapa negara Eropa memperingatkan langkah tersebut dapat berarti bubarnya aliansi pertahanan trans-Atlantik NATO.

Topik Menarik