Arus lalu lintas di Jalur Arteri Pantura, Kota Cirebon, Senin (23/3/2026) menunjukkan peningkatan kendaraan besar, khususnya truk dan bus yang mendominasi pergerakan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan pukul 15.00 WIB, lonjakan kendaraan berat ini merupakan dampak langsung dari proses sterilisasi jalur tol sebagai persiapan pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional.
Sejak pukul 14.00 WIB, petugas telah melakukan pembersihan jalur dari KM 263 Ruas Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Ruas Tol Jakarta–Cikampek. Proses ini membuat kendaraan besar yang tidak dapat melintas di jalan tol dialihkan ke jalur arteri Pantura.
Baca juga: Libur Lebaran 2026: Volume Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Masih Tinggi, 57,3 dari Lalin Normal
Akibatnya, volume truk dan bus di jalur Pantura arah Jawa Tengah meningkat signifikan dan mendominasi arus lalu lintas di ruas tersebut. Selain kendaraan besar, mobil pribadi juga masih terlihat melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Namun, kendaraan ini didominasi pelat lokal Cirebon dan sekitarnya yang merupakan warga masih melakukan aktivitas silaturahmi Lebaran. Untuk arus sebaliknya dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta mulai terlihat pergerakan arus balik yang didominasi pemudik sepeda motor.Pemudik motor membawa banyak barang, mulai dari tas hingga oleh-oleh yang diikat di bagian belakang kendaraan. Pelat nomor kendaraan pun beragam seperti B, A, Z, hingga F, dengan dominasi pelat B.
Sejumlah mobil pribadi juga melintas menuju Jakarta, meski jumlahnya tidak sebanyak kendaraan roda dua dan masih didominasi pelat lokal. Secara umum, arus lalu lintas di Jalur Pantura terpantau ramai lancar.
Petugas kepolisian terus bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi kepadatan, terutama seiring menunggu pemberlakuan one way yang masih bersifat situasional berdasarkan diskresi kepolisian. Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, khususnya kendaraan besar di jalur arteri.