Nasional |

Memasuki H-6 menjelang Hari Raya Lebaran atau Idulfitri 1477 H, jumlah pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui gerbang penyeberangan di Provinsi Banten mulai mengalami kenaikan. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak pada Minggu (15/3/2026), tercatat sebanyak 48.286 penumpang telah menyeberangi Selat Sunda melalui tiga titik utama yakni Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegoro hanya dalam kurun waktu 12 jam, mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB.

Hal itu terlihat dari arus kendaraan yang memadati area pelabuhan, di mana tercatat ada 4.446 kendaraan roda dua, 6.544 kendaraan roda empat, serta 296 bus yang turut diberangkatkan menuju Bakauheni. Direktur Eksekutif PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Vidon memastikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh sarana secara maksimal untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang yang berarti pada hari-hari berikutnya menjelang Lebaran.

“Semua armada kita siap untuk melayani baik di Ciwandan maupun di Merak," kata Vidon saat diwawancarai, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Sidak ke Lingkar Gentong, Kapolda Jabar: Saya Tak Mau Polisi Hanya Terima Laporan Macet dan Kecelakaan

Ia menjelaskan, salah satu kebijakan diterapkan ASDP guna mengantisipasi lonjakan tahun ini adalah penerapan “Single Tarif”penghapusan perbedaan tarif antara kelas eksekutif dan reguler. Vidon menjelaskan bahwa kebijakan single tariff atau tarif tunggal diberlakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik tertentu saja.

“Ya, kalau satu harga single tarif, jadi tidak ada lagi di masa angkutan lebaran ini yang menggunakan eksekutif atau kapal express, tarifnya hanya satu, tarif reguler. Jadi semua dermaga yang ada di Merak, tujuh dermaga itu semuanya menggunakan single tarif, supaya para pemakai jasa juga tidak lagi memilih dermaga mana yang mereka inginkan tapi semuanya sama," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun kapal-kapal kelas eksekutif tetap dioperasikan, standar pelayanan yang diberikan akan diseragamkan dengan kelas reguler selama masa mudik ini. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak perlu berebut untuk masuk ke dermaga eksekutif yang biasanya memicu kemacetan panjang di akses masuk.

“Jadi sama walaupun memang secara unit kapalnya ada kapal Express yang sekarang ada di eksekutif tetapi untuk pelayanannya sama dengan reguler. Jadi kita tidak membeda-bedakan. Sehingga masyarakat bisa lebih nyaman. Artinya tidak apa berlomba-lomba di satu pelabuhan supaya bisa merata distribusinya," ucap Vidon.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 21 armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan. Sementara yang saat ini masih beroperasi ada sekitar 30 kapal. Langka tersebut bakal dibarengi dengan skenario penambahan frekuensi pemberangkatan di setiap dermaga apabila antrean kendaraan mulai memanjang.

“Kapal kita di sini 51. Operasi saat ini masih di kondisi 30 unit. Masih ada 20 kapal yang bisa kita gerakkan. Satu dermaga kalau normalnya empat kapal. Jadi satu dermaga empat kapal ketika kendaraan meningkat, kita akan operasikan satu dermaga lima kapal," pungkas dia.



Original Article


#daerah