ASAHAN, iNews.id – Kericuhan pecah antara karyawan kebun PT. BSP dengan masyarakat penggarap di Perkebunan Kuala Piasa, Asahan, Sumatera Utara, Rabu (25/2/2026). Insiden terjadi saat petugas keamanan berusaha mengamankan buah kelapa sawit yang dicuri di area kebun.
Akibatnya, delapan orang mengalami luka-luka, empat di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Suasana tegang muncul ketika sejumlah penggarap mencoba mempertahankan buah kelapa sawit curian di kebun PT. BSP. Keributan berujung penganiayaan oleh beberapa massa penggarap terhadap petugas keamanan tak terhindarkan.
"Modus penggarapan ini sudah beralih ke pencurian bahkan pengeroyokan atau penganiayaan. Yang kami khawatirkan kalau tidak segera diproses ini akan berdampak ke wilayah lainnya," kata Yudha Andriko, Manager Social Security dan Legal PT. BSP Kisaran.
Sejumlah petugas keamanan mengalami kekerasan fisik berupa pukulan hingga terluka, sementara hewan pengamanan milik kebun juga menjadi sasaran penggarap. Tanaman kelapa sawit yang diperebutkan merupakan milik PT. BSP Kuala Piasa yang terdaftar dalam HGU perusahaan.
Kasus kekerasan dan pencurian ini telah dilaporkan ke Kapolres Asahan. Perusahaan berharap pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Delapan karyawan yang terluka kini mendapatkan perawatan, empat di antaranya dirawat intensif di rumah sakit, sementara perusahaan terus memantau kondisi korban.