Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa media diterpa dua kali disrupsi yang membuat industri tersebut sempoyongan. Hal itu disampaikan Nezar di acara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan di Aston Serang Hotel, Banten, Minggu (8/2/2026).
"Satu hal yang penting setelah industri media diterpa dua kali disrupsi yang signifikan," kata Nezar.
Disrupsi yang pertama adalah internet. Dalam era tersebut, media tradisional bermigrasi ke ranah digital.
Baca juga: Ketua Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat
Kemudian yang kedua, kata Nezar adalah disrupsi Artificial Intelligence (AI). Era ini membuat media massa menjadi goyang dan berlomba mencari bentuk yang baru."Dalam dua disrupsi ini terus terang industri media goyang, sempoyongan, dan berusaha mencari bentuk yang baru," ujar Nezar.
Lebih jauh, Nezar menekankan, jika bicara lebih luas, ekosistem di tengah disrupsi yang terbangun harus bisa menopang karya jurnalistik yang berkualitas.
"Ada satu hal penting adalah bahwa disrupsi platform digital saat ini mengarah pada ada ekstrasi nilai tanpa pengembalian nilai. Ini yang saya kira dirasakan banyak industri media," pungkasnya.