Nasional |

AGAM, iNews.id - Gunung Marapi meletus kembali pada Minggu (25/1/2026). Erupsi gunung api yang berada di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), ini terekam dari sejumlah wilayah sekitar dan menyebabkan hujan abu di Kabupaten Tanah Datar hingga Kota Batusangkar.

Letusan Gunung Api Marapi terlihat jelas dari kawasan permukiman warga di lereng gunung. Kolom abu tampak membumbung tinggi dan terjadi lebih dari satu kali dalam rentang waktu singkat.

Rekaman video amatir salah satunya diambil oleh Latif, warga Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam. Dari lokasi tersebut, abu letusan terlihat keluar dari kawah dan menyelimuti langit di sekitar pemukiman.

Rekaman lain dari wilayah Sungai Puar menunjukkan abu letusan Gunung Api Marapi meletus tertiup angin ke arah Kota Batusangkar dan Kabupaten Tanah Datar. Kondisi serupa juga terlihat dari Kota Bukittinggi, di mana langit tampak sedikit tertutup abu vulkanis.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bukittinggi, erupsi terjadi pada pukul 14.32 WIB. Meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan, aktivitas letusan terekam jelas melalui alat seismograf.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi dengan amplitudo 27,5 dan lama gempa 28 detik. Ketinggian kolom tidak teramati dari pos pengamatan namun info dari tim di lapangan itu abu turun di daerah Batusangkar," ujarnya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, Gunung Marapi masih status Waspada dengan rekomendasi diharapkan kepada masyarakat untuk tidak memasuki radius 3 Km dari pusat aktivitas atau kawah Verbeek. Kemudian jika terjadi hujan abu diharapkan masyarakat selalu menggunakan masker, kacamata dan penutup kepala.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi hingga kini masih terus melakukan pemantauan intensif. Pemeriksaan data seismik dan pemantauan visual terus dilakukan terhadap gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar tersebut.

Seismograf mencatat getaran letusan Gunung Marapi meletus dengan amplitudo maksimum 27,5 milimeter dan durasi sekitar 28 detik. Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu masih berstatus Level II Waspada.



Original Article


#sumbar