Wisatawan Indonesia ke China Naik 17,6 Persen, Lanskap Alam hingga Budaya Jadi Daya Tarik
YOGYAKARTA — China semakin menjadi salah satu pilihan destinasi wisata bagi wisatawan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan nasional Indonesia ke Tiongkok mencapai 43,70 ribu perjalanan pada 2024. Angka tersebut meningkat sekitar 17,6 persen dibandingkan 2023 yang tercatat sebanyak 37,15 ribu perjalanan.
Peningkatan ini menunjukkan tumbuhnya minat wisatawan Indonesia untuk menjelajahi berbagai destinasi di China. Negara tersebut menawarkan pilihan wisata yang beragam, mulai dari situs bersejarah, lanskap alam yang unik, hingga kota-kota metropolitan dengan perkembangan modern.
Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Beijing. Ibu kota China ini menyimpan kekayaan sejarah dan budaya, termasuk Tembok Besar China yang menjadi salah satu ikon wisata dunia. Wisatawan juga dapat mengunjungi Kota Terlarang untuk mengenal peninggalan sejarah kekaisaran China.
Bagi pencinta alam, Zhangjiajie menawarkan pemandangan pegunungan dengan formasi pilar batu menjulang yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Lanskapnya yang dramatis juga dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata alam China, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama pegunungan dan kawasan hutan.
Sementara itu, Shanghai menawarkan pengalaman berbeda melalui perpaduan arsitektur modern, kawasan perbelanjaan, dan bangunan bersejarah. Kota ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana perkotaan China dengan beragam pilihan hiburan dan kuliner.
Destinasi lain yang tidak kalah menarik adalah Chongqing. Kota yang dikenal dengan lanskap perkotaan bertingkat ini menawarkan pemandangan gedung-gedung tinggi, transportasi publik yang melintasi kawasan perbukitan, serta kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Keragaman tersebut membuat China memiliki pilihan perjalanan untuk berbagai minat, baik wisata sejarah, eksplorasi alam, maupun pengalaman urban. Wisatawan dapat menyusun perjalanan berdasarkan destinasi yang ingin dikunjungi, termasuk menggabungkan beberapa kota dalam satu rangkaian perjalanan.
Seiring dengan minat pelanggan terhadap perjalanan ke China, Howliday Travel berencana memperluas pilihan destinasi dengan menghadirkan layanan private trip ke negara tersebut pada 2027.
CEO Howliday Travel Ardy Wardhana mengatakan, rencana tersebut turut mempertimbangkan banyaknya pertanyaan pelanggan mengenai ketersediaan perjalanan privat ke China.
“Banyak pelanggan yang bertanya apakah Howliday menyediakan private trip ke China. Melihat antusiasme tersebut, kami ingin menjawab kebutuhan mereka dengan menghadirkan China sebagai destinasi baru pada 2027,” ujar Ardy.
Layanan tersebut akan mengusung konsep private trip yang memungkinkan pelanggan menyesuaikan tanggal keberangkatan, pilihan destinasi, dan itinerary sesuai kebutuhan masing-masing. Sebelumnya, Howliday Travel telah menyediakan layanan perjalanan privat ke Jepang dan Korea Selatan.
Howliday Travel berencana mengumumkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan destinasi dan paket perjalanan China melalui kanal resminya.
