Kesenian Rakyat Meriahkan HUT ke-81 RI di Sarinah, dari Angklung hingga Tari Topeng Kolosal

Kesenian Rakyat Meriahkan HUT ke-81 RI di Sarinah, dari Angklung hingga Tari Topeng Kolosal

Travel | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:49
share

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya diisi dengan upacara dan berbagai perlombaan. Di Jakarta, semarak kemerdekaan juga terasa lewat pertunjukan kesenian rakyat yang membawa beragam budaya Nusantara ke tengah masyarakat.

Suasana tersebut hadir dalam acara Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan yang digelar di Sarinah, Jakarta, pada Senin (17/8/2026).

Berbagai kesenian tradisional ditampilkan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi para pekerja seni untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Momen Perayaan HUT ke-81 RI di Sarinah Jakarta. (Foto: Istimewa)

Lebih dari 1.500 pekerja seni terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan beragam kesenian, mulai dari pertunjukan angklung, Tari Hudoq, Reog Ponorogo, hingga Tari Topeng Kolosal yang melibatkan lebih dari 100 penari.

Tak hanya pertunjukan di atas panggung, pengunjung juga dapat melihat 17 instalasi topeng karya pekerja seni serta 81 karya tangan seniman janur.

Kehadiran berbagai kesenian tersebut membuat perayaan kemerdekaan terasa seperti perjalanan singkat menyusuri kekayaan budaya Indonesia. Setiap pertunjukan membawa karakter dan cerita dari daerah yang berbeda, tetapi bertemu dalam satu perayaan di Jakarta.

Selain seni pertunjukan, kegiatan ini turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 100 UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan perayaan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi.

"Kemerdekaan bagi kami adalah tentang bagaimana kita mengambil bagian dan memberikan manfaat," ujar Maya dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).

Maya melanjutkan, "Melalui Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya, bagi budaya Indonesia untuk terus hidup, dan bagi berbagai elemen dalam ekosistem pariwisata untuk tumbuh bersama. Semangat ini kami hadirkan melalui gotong royong, kepedulian, dan kontribusi nyata."

Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dalam ekosistem pariwisata. Pengalaman wisata tidak hanya dibentuk oleh destinasi, hotel, maupun bandara, tetapi juga oleh masyarakat yang menjaga tradisi, menghasilkan karya, serta menghadirkan produk lokal.

Sarinah Jadi Ruang Bertemunya Budaya Nusantara

Sebagai bagian dari InJourney Group, Sarinah dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemilihan Sarinah juga membuat pertunjukan budaya dapat lebih dekat dengan masyarakat dan pengunjung yang berada di pusat Jakarta.

Direktur Utama Sarinah, Raisha Syarfuan, mengatakan budaya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Bagi Sarinah, budaya selalu punya cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu kami ingin terus menghadirkan kegiatan yang membuat masyarakat bisa melihat dan merasakan keberagaman Indonesia. Semangat ini juga kami bawa melalui berbagai kegiatan yang dihadirkan Sarinah sepanjang tahun, termasuk Festiloka," kata Raisha.

Semangat memperkenalkan budaya Indonesia tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kesenian. Dalam momentum HUT RI ke-81, InJourney Group juga menjalankan sejumlah program yang menyasar UMKM, pelaku pariwisata, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Rangkaian program itu mencakup dukungan bagi 81 UMKM, 810 pelaku pariwisata, penyediaan 8.100 buku, serta penanaman 81.000 pohon dan mangrove.

Di tengah kemeriahan pertunjukan budaya, kegiatan di Sarinah juga diiringi doa bersama dan momen hening untuk masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah wilayah Sumatra.

InJourney Group juga membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Bantuan yang dihimpun disalurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan, mulai dari pangan, air minum, kesehatan, hingga kebutuhan kelompok rentan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan kepedulian terhadap korban bencana menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam momentum kemerdekaan.

"Di tengah momentum kemerdekaan, kita juga diingatkan bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan, menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan masing-masing, baik bagi masyarakat terdampak di NTT. Sekecil apa pun dukungan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti," ujar Herdy.

Topik Menarik