Mengenal Rappelling: Teknik Andalan Pendaki saat Temui Tebing Curam

Mengenal Rappelling: Teknik Andalan Pendaki saat Temui Tebing Curam

Travel | okezone | Selasa, 21 Juli 2026 - 19:02
share

JAKARTA - Pernahkah kamu melihat pendaki gunung turun dari tebing yang sangat tinggi dan bertanya-tanya bagaimana cara mereka melakukannya tanpa terjatuh? Rahasianya ada pada satu teknik penting yang disebut rappelling.

Melansir Encyclopedia Britannica, rappelling atau yang sering juga disebut dengan istilah roping down (turun dengan tali) adalah sebuah teknik dalam olahraga pendakian gunung (mountaineering) yang digunakan untuk menuruni medan yang curam.

Konsep rappelling sangat mengandalkan kendali dan gesekan. Prosesnya dimulai dengan seutas tali yang diikatkan secara aman pada titik yang lebih tinggi (seperti puncak tebing).

Untuk mengendalikan tubuh agar tidak meluncur jatuh begitu saja, tali tersebut akan dilewatkan pada sebuah alat gesek khusus (friction device). Pada metode yang lebih tradisional, tali ini bahkan bisa dililitkan sedemikian rupa pada tubuh pemanjat.

Dengan sistem ini, pemanjat memiliki kendali penuh. Mereka bisa mengulur tali menggunakan satu tangan, entah itu secara perlahan maupun cepat sesuai keinginan, untuk menurunkan tubuh secara bertahap di sepanjang permukaan tebing batu.

Bagian dari Sejarah Pendakian Gunung

Rappelling adalah keahlian yang tak terpisahkan dari olahraga mountaineering. Pendakian gunung sendiri merupakan olahraga yang menguji keberanian, kecerdikan, dan kekuatan fisik manusia dalam menaklukkan tantangan alam, yang utamanya dilakukan untuk menikmati proses menuju puncak.

Menariknya, pada zaman dahulu orang-orang mendaki gunung biasanya karena alasan ilmiah atau keagamaan. Namun, memasuki abad ke-18, kegiatan ini mulai berubah menjadi sebuah cabang olahraga rekreasi. Transformasi ini dimulai dari kawasan Pegunungan Alpen di Eropa, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai pegunungan lain di seluruh dunia.

Kenapa Teknik Ini Sangat Penting?

Secara sederhana, rappelling adalah penyelamat. Menuruni tebing atau permukaan vertikal yang curam bisa jauh lebih sulit dan berbahaya daripada saat memanjatnya. Teknik ini memberikan solusi nyata agar para pendaki bisa melewati rute turun dengan aman, terkendali, dan tentunya efisien secara tenaga.

Jadi, kalau kamu berencana untuk mulai menekuni hobi panjat tebing atau pendakian gunung, rappelling pastinya akan menjadi salah satu teknik dasar pertama yang wajib kamu kuasai!

Topik Menarik