Viral! Pasangan Batalkan Pesta Pernikahan Mewah demi Uang Dipakai Honeymoon ke 48 Negara
PASANGAN kekasih viral di media sosial usai memutuskan membatalkan pesta pernikahan mewahnya. Alasannya pun menyentuh dan bikin netizen terkagum-kagum.
Pasalnya, pasangan tersebut memilih tak menggelar pesta mewah di hari spesialnya karena ingin memakai dana untuk honeymoon. Tak tanggung-tanggung, bulan madu dilakukan selama 400 hari ke 48 negara.
1. Batalkan Pesta Pernikahan
Dilansir dari akun Instagram @tante.rempong.official, pasangan asal Jepang, Kaz dan Mariko Yamaguchi, memilih tak menggelar resepsi mewah yang hanya berlangsung satu malam. Mereka memutuskan menggunakan dana pernikahan untuk jalan-jalan keliling dunia.
Perjalanan ini jadi bulan madu impian Kaz dan Mariko. Bulan madu pun tak hanya berlangsung beberapa minggu, melainkan 400 hari!
Kaz dan Mariko menjelajahi berbagai negara di beberapa benua selama kurang lebih 400 hari. Dalam perjalanan tersebut, mereka berhasil mengunjungi sekitar 48 negara.
Tentunya, pengalaman ini jadi begitu berkesan. Bahkan, Kaz dan Mariko dipastikan takkan pernah melupakan momen tersebut.
2. Tuai Pujian Netizen
Banyak netizen yang kagum dengan keputusan Kaz dan Mariko. Beberapa juga mempertanyakan cara keduanya bisa jalan-jalan selama 400 hari lamanya. Sebab, sebagai pekerja, biasanya mendapat cuti sepanjang itu takkan mudah.
“Mereka gak kerja apa gimana, 13 bulan bulan madu,” tulis netizen.
“Keren aselik. Tapi kalo boomer ngeliat ini bakal dihujat sampar anak cucu. Beruntung yang keluarganya boomer open minded,” timpal netizen lainnya.
“Pengen banget uang 125 juta calon suami buat nikah kami dipakai jalan-jalan minimal keliling Indo. Tapi ortu dan keluarga besar maunya pesta,” curhat netizen.
Di banyak budaya, termasuk di Jepang, pernikahan sering kali identik dengan resepsi besar yang memakan biaya tidak sedikit. Namun, pasangan ini memilih jalan berbeda dengan mengutamakan pengalaman jangka panjang ketimbang satu malam perayaan.
Menariknya, biaya yang mereka keluarkan untuk perjalanan panjang tersebut disebut tidak jauh berbeda, bahkan bisa lebih hemat dibandingkan biaya resepsi pernikahan tradisional di Jepang yang dikenal cukup mahal.



