Teror di Kapal Cumi: saat ABK Melanggar Aturan Tak Tertulis
JAKARTA, iNews.id – Di episode Bisikan Gaib kali ini, penonton diajak menyelami pengalaman Angga Dika, seorang pria yang memutuskan menjadi ABK kapal cumi setelah lama menganggur.
Tawaran kerja menjadi ABK kapal cumi ini datang cepat, bahkan diawal sebelum benar-benar berlayar, Angga menerima uang muka jutaan rupiah. Bagi Angga, kesempatan itu seperti jawaban atas kebuntuan hidupnya yang sebelumnya bisa dibilang banyak kesulitan.
Kapal kayu berukuran sedang itu berlayar menuju perairan Kalimantan dengan kontrak layer selama empat bulan. Sebagai seorang anak buah kapal yang baru terjun ke lahan ini, Angga harus cepat menyesuaikan diri dan banyak belajar hal-hal baru.
Hal ini termasuk juga belajar mengemudikan kapal. Angga belajar mengemudikan kapal agar nantinya dapat bergantian secara shift untuk memegang kemudi selama dua jam. Di ruang kemudi kapal tersebut, terdapat sebuah patung dengan dupa yang selalu menyala. Awak lama menganggapnya sebagai bagian dari 'tradisi laut'.
Suatu malam, saat mendapat giliran jaga pukul 21.00 WIB, Angga yang mendapatkan jadwal mengemudi sendirian di ruang kemudi menyalakan rokoknya untuk dapat menenamni keheningan malam itu.
Tanpa berpikir panjang, Angga membuang abu rokok ke arah patung yang dibawahnya juga terkumpul abu-abu yang berasal dari dupa. Rekannya sempat menegur, menyebut ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan di laut.
Tak lama setelah itu, di tengah gelapnya perairan, Angga melihat sosok perempuan di ujung haluan kapal. Awalnya Angga tak yakin dan hanya dapat melihat separuh wajah yang menoleh. Ketika sosok itu menampakkan wajah sepenuhnya, separuh bagaian wajah lainnya terlihat penuh luka dan koreng. Kaget melihat hal itu, Angga refleks memutar kemudi hingga kapal oleng keluar dari jalur semestinya.
Ia mencoba menepis kejadian itu sebagai halusinasi. Namun bayangan perempuan berbaju merah tersebut terus teringat, bahkan hingga ia beristirahat di kamar sempit kapal.
Robby Purba yang mendengar kisah tersebut tampak terdiam beberapa saat. Robby juga berpesan untuk selalu mengindahkan larangan yang diberikan baik itu di darat terkhususnya juga di lautan.
"Kalau sudah diingatkan soal larangan, jangan dicoba-coba. Di laut itu beda aturannya," ujar Robby tegas.
Menurut Robby Purba, yang paling mengkhawatirkan bukan hanya sosok yang dilihat Angga, melainkan perubahan yang terjadi setelah larangan tersebut dilanggar.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tempat asing, terutama di tengah laut, akan selalu ada batas-batas yang tak selalu terlihat namun harus dihormati. Penting untuk kita selalu dapat menghargai dan mengindahkan semua larangan yang dirasa akan melindungi kita dari ancaman.
Saksikan kisah lengkapnya hanya di @robbypurbaofficial.








