5 Tempat Pengasingan Presiden Soekarno, dari Ende hingga Bengkulu
JAKARTA - Tempat pengasingan Presiden Soekarno adalah salah satu babak penting dalam sejarah Indonesia yang penuh dengan perjuangan. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, menghadapi banyak cobaan dan tantangan selama masa pengasingannya di berbagai tempat.
Berikut lima tempat pengasingan Presiden Soekarno, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/9/2023) :
1. Penjara Banceuy, Bandung
Pada Desember 1929, Presiden Soekarno mengalami pengasingan pertamanya di Penjara Banceuy. Soekarno tidak ditangkap sendirian. Ia bersama dengan tokoh-tokoh penting lainnya, seperti Gatot Mangkoepradja, Soepriadinata, dan Maskoen, ditahan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Di Penjara Banceuy, Soekarno menyusun pleidoi bersejarah yang dikenal sebagai Indonesie Klaagt Aan atau Indonesia Menggugat. Dokumen ini adalah manifestasi pemikiran politiknya dan upaya untuk menggugat penjajahan Belanda serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pada 31 Desember 1931, Bung Karno dibebaskan dari Penjara Banceuy karena mendapat potongan hukuman, yang bertepatan dengan berakhirnya pemerintahan Gubernur Jenderal de Graff.
2. Ende, Flores
Pada 1934, Presiden Soekarno mengalami pengasingan keduanya di Ende, sebuah kota kecil di Pulau Flores. Ia tidak pernah menghadapi pengasingan ini sendirian. Karena istrinya, Inggit Garnasih, dan putrinya, Ratna Djami, ikut bersamanya.
Selama masa pengasingannya di Ende, Soekarno menulis naskah drama berjudul Rahasia Kelimutu, yang mencerminkan semangat nasionalisme dan hasratnya untuk memerdekakan Indonesia.
Di bawah pohon sukun, gagasan-gagasan tentang nilai-nilai Pancasila pertama kali muncul dalam pemikiran Soekarno, dan sekarang pohon tersebut menjadi Taman Perenungan Bung Karno.
3. Bengkulu
Pada 1938, Presiden Soekarno mengalami pengasingan kedua kalinya, kali ini di Bengkulu, Sumatera. Alasan di balik pengasingan ini adalah ketegangan antara Soekarno dan pemerintah kolonial Belanda yang semakin meningkat.
Pengasingan ke Bengkulu terjadi setelah Soekarno menjalani pengasingan serupa di Ende.
Di Bengkulu, Soekarno dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang disewa dari seorang pengusaha keturunan Tionghoa, Tjang Tjeng Kwat. Selama masa pengasingannya di sini, terdapat koleksi surat cinta antara Soekarno dan Fatmawati, seorang perempuan asli Bengkulu yang kemudian dinikahinya.
Soekarno dibebaskan dari pengasingannya di Bengkulu pada Desember 1942. Hal ini terjadi setelah peristiwa pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II, yang mengubah dinamika politik di wilayah tersebut.
4. Rengasdengklok, Karawang
Pada pukul 04.30 tanggal 16 Agustus 1945, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dijemput oleh golongan muda dari rumah masing-masing. Lalu, keduanya dibawa ke rumah milik Djiaw Kie Siong.
Di sini, terjadi kesepakatan penting antara golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Soebardjo dan golongan muda yang diwakili oleh Wikana. Kesepakatan tersebut menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di Jakarta.
Dengan jaminan proklamasi kemerdekaan tersebut, Soekarno dan Hatta diizinkan untuk kembali ke Jakarta. Akhirnya, pada Jumat, 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secara resmi diproklamirkan oleh Soekarno, didampingi oleh Hatta. Ini adalah tonggak bersejarah yang menandai berdirinya negara Indonesia yang merdeka.
Berapa Kali Presiden Soekarno Masuk Penjara?
5. Rumah Sakit Wisma Yaso, Jakarta
Presiden Soekarno mengalami pengasingan terakhirnya di Rumah Sakit Wisma Yaso pada tahun 1969. Alasan di balik pengasingan ini adalah kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Di sana, Soekarno mengalami kesepian yang mendalam karena terpisah dari keluarganya dan jauh dari sorotan publik.
Kesehatan Soekarno memburuk secara signifikan selama masa pengasingannya di Wisma Yaso. Penyakit gangguan peredaran pada jantung, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi menjadi masalah utama yang dihadapinya.
Pada 21 Juni 1970, Presiden Soekarno meninggal dunia di Rumah Sakit Wisma Yaso, menutup lembaran panjang sejarah hidupnya.
Demikian 5 tempat pengasingan Presiden Soekarno, dari Penjara Banceuy hingga RS Wisma Yaso yang menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang hidupnya hingga akhir hayat.





