3 Fakta Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut yang Bikin Panik
JAKARTA - Fakta Jepang buang limbah nuklir ke laut langsung membuat panik masyarakat negara-negara tetangga khususnya para pecinta lingkungan.
Jepang melepaskan limbah radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) non-aktif Fukushima ke Samudra Pasifik sebanyak satu juta ton pada Kamis, (24/08/23) lalu.
Sebelumnya air tersebut digunakan oleh perusahaan pembangkit listrik Tokyo Electric Power Company (Tepco) untuk mendinginkan reaktor nuklir yang terlalu panas akibat bencana gempa bumi tahun 2011 di Jepang. Akibatnya air yang digunakan tercemar limbah nuklir dan telah disimpan di dalam lebih dari 1000 tangki raksasa.
Namun kini Tepco kehabisan tempat penyimpanan dan memaksa Jepang membuang air limbang nuklir ke laut. Keputusan negara Jepang membuahkan kecaman dari berbagai negara di dunia.
Melansir berbagai sumber, Selasa (29/08/23), berikut adalah fakta-fakta Jepang buang limbah nuklir ke laut.
3. Telah Mendapat Persetujuan dari PBB
Badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan izin kepada Jepang untuk membuang limbah nuklir ke laut setelah dua tahun masa peninjauan.
IAEA menuturkan bahwa Jepang telah memenuhi standar keselamatan internasional. Adapun akibat yang akan terjadi pada manusia dan lingkungan sangat kecil dan dapat diabaikan.
Lepaskan Air Radioaktif ke Pasifik, Jepang Dibanjiri Telepon Gangguan dari China
2. Mendapat Kecaman dari Berbagai Negara di Dunia
Berikutnya Jepang mendapat kecaman dari berbagai negara di dunia akibat membuang limbah nuklir ke laut meski telah mendapat persetujuan dari PBB.
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, akan membatasi impor makanan laut dari Jepang. Begitu juga dengan China yang akan menunda hasil impor dari laut Jepang.
Kementerian Luar Negeri China, Wang Wen Bin, juga mengatakan bahwa Jepang terlalu egois dan tidak memikirkan dampak secara keseluruhan.
1. Jepang Mengklaim Air Limbah Nuklir Aman
Meski mendapat tentangan dari berbagai negara di dunia, Jepang mengatakan bahwa limbah nuklir mereka aman. Sistem penyaringan akan menghilangkan radioaktif kecuali tritium, isotop radioaktif hidrogen.
Tritium akan sulit dipisahkan dari air. Oleh karena itu, limbah nuklir akan diencerkan sampai tritium berada pada batas tertentu.
Namun di sisi lain Jepang mengklaim titrium tidak begitu berbahaya karena reaksinya tidak dapat masuk ke kulit. Namun, jika tertelan dapat meningkatkan risiko kanker.
Demikian informasi fakta Jepang buang limbah nuklir ke laut. Terimakasih.



