Museum Genosida Tuol Sleng, Saksi Bisu Pembantaian Massal Rezim Komunis Kamboja

Museum Genosida Tuol Sleng, Saksi Bisu Pembantaian Massal Rezim Komunis Kamboja

Travel | BuddyKu | Selasa, 22 Agustus 2023 - 16:09
share

REZIM komunis Khmer Merah menjadi mimpi buruk sepanjang sejarah negara Kamboja. Rezim sadis pimpinan Pol Pot itu telah membantai sekitar 1,5 sampai 2 juta orang, atau sekitar 25 persen rakyat Kamboja yang dianggap berseberangan dengan ideologi politik mereka.

Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu kekejaman rezim Khmer Merah ialah Museum Genosida Tuol Sleng yang terletak di Phnom Penh.

Tuol Sleng berasal dari bahasa Khmer yang artinya bukit pohon beracun. Tempat ini ialah bekas kamp konsentrasi pada masa rezim Khmer Merah berkuasa.

Belasan ribu manusia dibunuh di tempat itu. Melansir laman Center of World Reference , para korban terdiri dari orang-orang di lingkungan pemerintah, siswa, guru, dokter, biarawan, mahasiswa, hingga aktivis partai.

Foto Korban Rezim Khmer Merah di Kamboja

(Foto: dok. Juan Mora Rodriguez)

Bahkan keluarga mereka dibawa juga ke Tuol Sleng untuk dihabisi nyawanya dengan cara kejam.

Museum ini dibangun kembali untuk memperingati peristiwa Genosida. Selama proses pembangunan tersebut, patung Buddha setinggi 10 meter juga akan dibangun, dan diperkirakan akan memakan waktu sembilan bulan dan menghabiskan dana ratusan juta.

Pada masa itu, wilayah ini digunakan sebagai penjara dan tempat interogasi para tahanan, terdiri dari gedung A, B, C, D dan semuanya memiliki cerita menyakitkan tentang kekejaman Pol Pot.

Museum Genosida Tuol Sleng

(Foto: dok. Traveis Hydzik)

Gedung A, menjadi tempat para tahanan disiksa, lalu di atas jeruji besi itu dipasang paku dan rantai untuk mengikat kaki para tahanan.

Gedung B, terdapat kamar-kamar kecil yang difungsikan sebagai penjara bagi para narapidana, dinding luar bangunan ini dipagari dengan kawat, untuk mencegah narapidana bunuh diri.

Di depan gedung B juga terdapat tiang kayu dan tiga katrol di atasnya dan juga gentong luhur di bagian bawah. Di sana para korban akan diikat dan ditarik hingga ditenggelamkan.

Kemudian di Gedung D, pengunjung akan menemukan tengkorak dari beberapa korban pembantaian. Saat ini museum tersebut dijadikan sebagai objek wisata bersejarah di Kamboja.

Tempat ini menyimpan banyak sejarah dan peninggalan ribuan foto hitam-putih para korban yang sempat menuai kontroversi. Di sana juga wisatawan dapat melihat langsung bangunan asli mulai dari lantai hingga kamar dan penjara tempat penyiksaan para tahanan kala itu.

Museum Genosida Tuol Sleng

(Foto: dok. Serge Payen)

Dulu, para tahanan harus memerhatikan setiap peraturan agar tidak dihukum dengan cara dicambuk atau disetrum aliran listrik.

Saat menjalani penyiksaan itu, Anda dilarang menangis atau berteriak sedikitpun, berikut peraturan sadis lainnya.

Tak hanya peraturan dan hukuman yang kejam, pada masa rezim tersebut para tahanan hidup menderita dengan penyakit kulit, ruam, bahkan mereka harus mengonsumsi kotoran mereka sendiri dan tikus comberan demi bisa bertahan hidup.

Topik Menarik