Kehebatan Rumput Kalanjana

Kehebatan Rumput Kalanjana

Travel | BuddyKu | Senin, 10 Juli 2023 - 08:13
share

Polemik tentang rumput sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan dalam cerita wayang, strategi perumputan dimainkan apik oleh Sengkuni dan Durna.

Kasunanan Surakarta geger pada tahun 1745. Seekor gajah mati karena diikat pohon Sidoguri. Sidoguri adalah sejenis rumput yang tumbuh subur di alun-alun Kerajaan Surakarta Hadiningrat.

Gajah merupakan perlambang kekuasaan. Sedangkan rumput adalah suara rakyat. Kekuasaan yang menyimpang dan sewenang-wenang akan digilas oleh zaman bersama rakyat. Itulah sekelumit senepo tentang kekuasaan dari Kasultanan Surakarta.

Geger rumput FIFA perlambang apa, Mo? celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar hanya mesem tidak mau ikut nimbrung masalah perumputan. Selain tidak mengerti soal rumput, Romo masih kepikiran banyak masalah lain yang perlu perhatian khusus.

Romo Semar sedang berduka dengan bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah. Seperti dampak banjir bandang lahar dingin Gunung Semeru memerlukan bantuan kita semua. Bencana yang terjadi akhir-akhir ini tidak lepas dari kerusakan ekosistem dan lingkungan karena ulah manusia.

Seperti biasa, suasana di Padepokan Klampis Ireng terasa damai dan tenang. Kicauan burung Prenjak dan Tekukur saling bersahutan menambah asri suasana pagi yang cerah. Kopi pahit dan ubi rebus selalu setia menemani sarapan pagi Romo Semar.

Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata di mana Durna pamer kesaktian dengan memainkan rumput Kalanjana di depan para satria Pandawa dan Kurawa.

Kocap kacarito, Patih Sengkuni berhasil merebut minyak Tala dari genggaman Begawan Abiyasa. Minyak Tala merupakan pusaka dewa dari Khayangan yang diberikan kepada Pandu Dewanata.

Minyak Tala kalau dioleskan tidak akan mempan oleh senjata apa pun. Sebelum mangkat, Pandu menitipkan pusaka minyak Tala kepada Abiyasa untuk diberikan anak-anaknya Pandawa. Namun, Kurawa berhasil merebut minyak Tala dari Abiyasa.

Bima marah kepada Sengkuni dan berhasil merebut kembali minyak Tala. Untuk menghindari penyalahgunaan pusaka, Bima membuang minyak Tala. Minyak Tala jatuh ke dalam sumur tua. Kurawa berusaha mengambil kembali cupu yang berisi minyak Tala. Tapi tidak berhasil karena sumur terlalu dalam.

Dalam keadaan bingung, datang Dahyang Kumbayana atau Durna yang menawarkan diri mengambil minyak Tala dari dasar sumur. Kumbayana menggunakan rumput Kalanjana untuk menarik cupu minyak Tala. Rumput yang disambung menyerupai seutas tali berhasil mengambil cupu sakti tersebut.

Akhirnya Durna diangkat menjadi guru Pandawa dan Kurawa atas jasa menyelamatkan minyak Tala dari sumur. Selain menjadi guru darah Barata, Durna diberi wilayah kekuasaan di Padepokan Sokalimo.

Politik rumput dapat menyelamatkan dan menyesatkan, Mo. Tergantung dari mana melihatnya, sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. Betul, Tole. Rumput bisa bermakna suara rakyat, jawab Semar pendek.

Namun, rumput bisa juga dimaknai sebagai sarana untuk kepentingan tertentu. Seperti Durna memainkan isu rumput Kalanjana untuk menarik simpati Kurawa, jawab Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Topik Menarik