Tak Punya Kelopak Mata, Bagaimana Cara Ikan Tidur?
PERTANYAAN tentang apakah ikan tidur atau tidak, mungkin masih kerap muncul di masyarakat. Karena, seseorang mungkin meyakini bila ikan tidur pasti matanya akan terpejam seperti manusia yang sedang tidur, sementara mata ikan terlihat terus terbuka dan tidak pernah terpejam.
Lantas seperti apa fakta soal apakah ikan tidur atau tidak? Seperti yang dilansir dari science abc, manusia tidur dengan mata terpejam mata karena memiliki kelopak mata, sedangkan ikan tidak menutup mata. Alasannya cukup sederhana, karena ikan tidak memiliki kelopak mata.
Namun, hal tersebut membuat banyak orang percaya bahwa ikan tidak pernah tidur. Padahal, itu sama sekali tidak benar. Hanya karena kamu tidak pernah melihat ikan memejamkan mata, bukan berarti ikan tidak pernah beristirahat atau tidur.
Adapun cara ikan tidur berbeda dengan manusia yang memejamkan mata. Untuk diketahui, ada sejumlah faktor yang bisa kamu lihat untuk menentukan apakah seekor ikan sedang tidur atau tidak.
Faktor tersebut yakni tidak aktif dalam waktu lama, postur istirahat tertentu, bergantian dengan aktivitas dalam 24 jam dan ambang gairah yang tinggi. Pada dasarnya, itu berarti ketika ikan beristirahat, maka ikan bisa melayang-layang di sekitar tempat tertentu untuk waktu yang lama.
Perlu dicatat, bahwa ikan harus terus bergerak untuk mengalirkan air lewat insangnya, yang bisa menghilangkan oksigen terlarut dari air. Karena itu, kamu tidak akan menemukan, bahwa kebanyakan ikan berbaring diam saat istirahat atau tidur.
Kemudian, ikan tidur biasanya tetap dalam posisi tertentu. Jadi, kamu akan melihat mereka dalam satu posisi terus menerus saat mereka beristirahat. Pada ikan tertentu, mereka memilih tempat khusus untuk tidur, guna menghindari predator.
Untuk tempat yang nyaman untuk tidur, ada beberapa tempat berlindung ikan. Seperti lubang dan celah, di bawah tepian, di tengah tumbuh-tumbuhan, di dalam spons, atau terkubur di dalam pasir.
Seperti halnya manusia, ketika tengah tidur ikan juga memiliki ambang yang tinggi terhadap rangsanan maupun reaksi terhadap rangsangan eksternal. Itu berarti ikan tidak mudah bereaksi terhadap rangsangan eksternal.
Namun, diantara banyaknya hewan laut seperti ikan, lumba-lumba yang dianggap sebagai hewan paling cerdas di laut, dan memiliki gaya tidur yang menakjubkan. Di mana lumba-lumba mematikan satu belahan otaknya, untuk memberinya istirahat dan memasuki kondisi tidur yang disebut tidur gelombang lambat belahan otak.
Karena, separuh otak mereka yang aktif memastikan bahwa mereka berenang terus menerus dan melacak hal disekitar, sedangkan separuh otaknya yang tidak aktif tidur.
Hal tersebut tidak hanya membuktikan bahwa ikan memang tidur, dan mereka tidak membutuhkan bantal, seprai dan tempat tidur yang hangat untuk menutup mata. Intinya, setiap hewan tentunya akan beradaptasi untuk bertahan hidup, meski tidak pernah benar-benar tertidur.


