Sejarah dan Makna Ritual Pembasuhan Kaki Kamis Putih
Kamis Putih adalah hari penting bagi umat Kristen, karena pada hari ini mereka memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini juga menjadi hari pertama dari perayaan Paskah, yang dimulai pada pukul 6 sore dan berlangsung selama tujuh hari. Ritual Holy Thursday merupakan pelayanan doa yang menggambarkan peran Yesus sebagai pelayan dan teladan untuk melayani sesama.
Dasar teologi dari ritual Kamis Putih adalah pengenangan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang kematian Yesus, seperti perempuan yang meminyaki Yesus dengan parfum dari buli-buli, perjamuan malam yang dilakukan Yesus dengan para murid, pengkhianatan yang dilakukan oleh Petrus dan Yudas, serta tindakan Yesus membasuh kaki para murid-Nya.
Pembasuhan kaki pada Kamis Putih menjadi tindakan simbolis yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemurahan, dan ibadah. Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus pada murid-murid-Nya menjadi teladan untuk merendahkan diri dan melayani sesama.
Perintah untuk melakukan pembasuhan kaki hanya terdapat dalam Injil Yohanes dan tidak terdapat dalam Injil sinoptik lainnya. Kaki dianggap sebagai bagian yang kotor dalam tubuh manusia karena sering menginjak debu tanah. Namun, tata gerak membasuh kaki menjadi suatu teladan untuk merendahkan diri dan melayani.
Dalam dunia Yahudi, proses pembasuhan kaki biasanya dilakukan oleh bawahan terhadap atasan. Namun, yang istimewa pada Kamis Putih adalah tindakan Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya, padahal Yesus adalah Guru mereka. Hal ini menjadi sebuah teladan untuk melayani sesama tanpa memandang status atau derajat.
Ritual Pembasuhan Kaki
Pembasuhan Kaki atau Maundy, merupakan sebuah ritus keagamaan yang dilakukan oleh berbagai denominasi Kristen, seperti Anglikan, Lutheran, Methodist, Presbyterian, dan Katolik, sebagai peringatan Perjamuan Malam Terakhir Yesus Kristus. Aktivitas ini didasarkan pada catatan Injil Yohanes 13:1-17. Pada saat itu, Yesus membasuh kaki kedua belas murid-Nya dan menyampaikan pesan tentang pentingnya sikap kerendahan hati dan kasih sayang dalam hidup beragama.
Aturan Baru untuk Wisatawan yang Berkunjung ke AS, Trump Minta Jejak Digital 5 Tahun Terakhir
Salah satu denominasi yang melaksanakan ritual pembasuhan kaki dengan cara khusus adalah Gereja Katolik Roma. Ritual ini dikaitkan dengan Misa Perjamuan Tuhan, yang dirayakan sebagaimana Perjamuan Terakhir Yesus. Pada masa kini, ritual pembasuhan kaki dilakukan setelah homili yang mengikuti pembacaan laporan Injil tentang bagaimana Yesus membasuh kaki kedua belas rasul-Nya (Yohanes 13:115). Beberapa orang yang dipilih, biasanya dua belas, akan duduk di kursi-kursi yang telah disiapkan di suatu tempat yang cocok. Imam akan menghampiri masing-masing orang itu, dengan bantuan para pelayan, menuangkan air ke atas kaki masing-masing orang dan mengeringkannya.
Meskipun demikian, ada beberapa kalangan yang mendukung pembatasan ritual ini khusus untuk klerus atau setidaknya kaum laki-laki. Namun, Paus Fransiskus memperkenankan pembasuhan kaki kepada dua orang perempuan dan umat Muslim di suatu penjara anak-anak di Roma pada tahun 2013. Selain itu, pada tahun 2016, para imam Katolik di seluruh dunia membasuh kaki kaum laki-laki maupun perempuan pada peringatan Holy Thursday, sebagai bentuk sikap kerendahan hati dan kasih sayang.
Praktik pembasuhan kaki juga dilakukan dalam Kekristenan Timur, seperti Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik Timur. Namun, cara pelaksanaannya sedikit berbeda dengan Gereja Katolik Roma. Pada Gereja Ortodoks Timur, ritual pembasuhan kaki dilakukan pada Holy Thursday, di mana sang imam akan membasuh kaki para hadirin dan para hadirin akan membalas dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan mereka yang telah dilakukan kepada orang lain. Sedangkan pada Gereja Katolik Timur, ritual pembasuhan kaki dilakukan pada hari Rabu Agung dan dilakukan oleh sang imam terhadap para imam yang ada di dalam gereja tersebut.
Selain ritual pembasuhan kaki, pada Holy Thursday juga diperingati perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus. Pada misa malam ini, pastor juga mencuci kaki umat sebagai peringatan tindakan Yesus membasuh kaki para murid-Nya.
Secara tradisional dan menyejarah, pelayanan Holy Thursday dapat mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekati masa-masa kematian-Nya. Peristiwa-peristiwa tersebut sangat kaya makna dan penting bagi umat Kristen, sehingga ritual Holy Thursday menjadi sebuah pengenangan dan penghormatan atas tindakan Yesus yang melayani sesama dengan rendah hati.
Sebutan Kamis Putih yang Berbeda Di Berbagai Negara
Kamis Putih adalah hari kudus dalam Kalender Liturgi Kristen yang dirayakan pada hari Kamis sebelum Paskah. Namun, sebutan Kamis Putih tidaklah seragam di seluruh dunia, dan berbeda-beda di berbagai negara.
Nama-nama seperti "Maundy Thursday", "Holy Thursday" dan yang lainnya digunakan berbeda-beda di tempat-tempat yang berbeda. Namun, nama yang digunakan dipengaruhi oleh budaya setempat terkait geografis dan kesepakatan saja. Sebagai contoh, di Inggris, nama "Maundy Thursday" umum digunakan, tetapi jarang digunakan di Irlandia dan Skotlandia. Selain itu, gereja Anglikan menggunakan nama "Maundy Thursday" dalam buku tata ibadahnya, tetapi nama "Holy Thursday" juga digunakan sebagai alternatif untuk Hari Kenaikan.
Di gereja Katolik Roma, nama "Holy Thursday" digunakan dalam buku tata ibadah resmi bahasa Inggris, meskipun di luar teks-teks ini, umat Katolik Roma kadang-kadang juga menggunakan nama "Maundy Thursday", terutama di Inggris. Sementara itu, gereja Metodis menggunakan nama "Holy Thursday" dalam ibadahnya, tetapi dalam sumber resmi digunakan baik "Maundy Thursday" maupun "Holy Thursday".
Nama-nama yang digunakan juga berbeda di denominasi Kristen lainnya, seperti Gereja Presbiterian yang menggunakan sebutan "Maundy Thursday" dalam sumber resminya, sedangkan dalam Gereja Ortodoks Timur, nama yang digunakan adalah "Great and Holy Thursday" atau "Holy Thursday".
Di Gereja Koptik Ortodoks, nama yang digunakan adalah "Maundy Thursday" dan "Covenant Thursday", sedangkan di Gereja Maronite dan Gereja Ortodoks Syiria, nama yang digunakan adalah "Thursday of Mysteries" atau Kamis Misteri.
Dalam konteks spiritual, Kamis Putih menjadi sebuah hari penting yang mengingatkan umat Kristen akan tindakan Yesus yang menjadi teladan untuk merendahkan diri dan melayani sesama.



