Sejarah Kali Bekasi, Sungai Peninggalan Raja Purnawarman untuk Mengendalikan Banjir Kuno di Kerajaan Tarumanegara

Sejarah Kali Bekasi, Sungai Peninggalan Raja Purnawarman untuk Mengendalikan Banjir Kuno di Kerajaan Tarumanegara

Travel | BuddyKu | Senin, 2 Januari 2023 - 06:19
share

Dalam tulisan manuskrip prasasti yang ditinggalkan kerajaan tertua kedua di Nusantara ini, Kali Bekasi sengaja digali untuk mengendalikan bencana banjir kuno.Maharaja Purnawarman yang berkuasa tahun 317-356 Saka (395-434 Masehi) itu menitahkan menggali Kali Bekasi. Raja Pasundan ini berkuasa di wilayah Sunda Kuno (Wilayah Barat) yang membentang meliputi Bogor, Bekasi, Jakarta, Karawang, Banten dan Purbalingga (Jateng).Sedangkan pusat Ibu Kota Kerajaan Tarumanegara ini berada di Utara Bekasi yang aat ini berada di wilayah Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Hal itu dikuatkan dari banyak temuan-temuan artefak dari beberapa situs di wilayah Utara Bekasi.

Kerajaan ini sangatberjaya di bidang pertanian, perikanan, dan perdagangan. Sehingga kehidupan rakyatnyasangat sejahtera.Namun dibalik itu semua, bencana banjir kerap menghantui kerajaan tersebut.

Alhasil, Sang Prabu memprakarsai pembuatan saluran air untuk pertanian dan mencegah banjir. Sebab, wilayah Bekasi yang berada di Timur Jakarta ini mempunyai kontur tanah miring dari permukaan laut.Pada Tahun 417 Masehi, Sang Prabu mengeluarkan titahnya denganmemerintahkan pasukannya yang saktimandraguna agar bersama masyarakatnyauntuk melakukan penggalian dari wilayah Bogor hingga Bekasi untuk membuat saluran air.Penggalian itu dilakukan di Sungai Gomati dan Candrabhaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 Kilometer). Penggalian ini merupakan teknologi kuno untuk mengalirkan air banjir yang kerap menerjang wilayah Kerajaan Tarumanegara. Selesai penggalian, sang prabu kemudian mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Lalu mengadakan pesta untuk rakyatnya. Bukti sejarah ini ditinggalkan dari beberapa manuskrip prasasti yang ditemukan di beberapa tempat.

Dulu Kali Candrabhagha (Kali Bekasi) di gali Purnawarman, Maharaja yang mulia yang mempunyai lengan kencang dan kuat. Setelah sampai ke istana, kali dialirkan ke laut. Istana Kerajaan Baginda Termashur.Kemudian baginda Parnuwarman menitahkan lagi menggali sebuah kali (sungai). Kali ini sangat indah dan jernih. Kali ini di sebut kali Gomati. Kali ini mengalir melalui kediaman nenekanda Raja Purnawarman.Kali Gomati, (galian itu ) 6.122 tumbak panjangnya, pekerjaan ini di mulai pada hari baik, tanggal 8 Paro Petang Bulan Phalguna.Kemudian disudahi pada hari tanggal ke 13 Paro Terang Bulan Caitra. Jadi hanya 21 harisaja untuk itu diadakan selamatan yang dilaksanakan para Brahmana. Untuk selamatan itu, Raja Purnawarman menghadiahkan 1.000 ekor sapi,. Dalam tulisan itu, dengan jelas bahwa Raja Purnawarman pernah memerintahkan untuk penggalianKali Candrabhagha (Kali Bekasi)lalu Kali Gomati. Dari sini kita lihat, Purnawarman adalah raja yang sangat memperhatikan rakyatnya. Penggalian ini sangat memeperhatikan kesejahteraan rakyat dan membuktikan pengetahuan bertaniKerajaanTarumanegara sudah cukup maju pada jamannya. Sungai itu digali adalah terusan untuk mengalirkan air dari hulu di Bogor hingga Bekasi ke laut Utara Jawa. Purnawarman Putra Rajaresi Darmayawarmanguru Purnawarman merupakan putra Rajaresi Darmayawarmanguru putra Jayasingawarman. Maharesi Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara adalah menantu sang Prabu Dewawarman VIII, raja terakhir kerajaan Salakanagara. Kerajaan Salakanagara yang berkuasa dari 130-362 M (232 tahun) yang beribu kota di Rajatapura, Pandeglang sekarang. Dinasti Warman ini merupakan penerus Kerajaan Salakanagara.

Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan dan dia dijuluki Harimau Tarumanegara. Purnawarman menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat. Tak ada senjata musuh yang dapat melukainya karena mengenakan baju pelindung besi dari kepala sampai ke kaki. Nama Bekasi berawal dari nama Sungai Candrabhaghadapat diartikan berawalan kata Bekasi-Bhagasasi-Baghacandra-Chandabagha (Sasi-Candra-Bulan).

(ams)

Topik Menarik