4 Filsuf Kuno yang Namanya Masih Terkenal hingga Kini
JAKARTA - Pemikiran-pemikiran filsafat dari para filsuf kuno yang hidup ratusan tahun lalu masih dikenal hingga saat ini.
Banyak berbagai pandangan para filsuf yang digunakan di masa modern, seperti ide dan logika.
Berikut adalah 4 filsuf kuno yang namanya masih terkenal sampai detik ini.
1. Socrates
All I know is I know nothing begitu kata seorang filsuf ternama asal Yunani, Socrates.
Dalam Jurnal AlUlum bertajuk Antisofisme Socrates (2014), tokoh terkenal ini diketahui hidup di tahun 470 SM sampai 399 SM dan lahir di Athena.
Ayah Socrates, Sophroniscus adalah seorang pemahat dan sang ibu yang bernama Phaenarete berprofesi sebagai bidan.
Setelah ayahnya berpulang, Socrates menggantikan sang ayah sebagai pemahat.
Socrates hadir untuk mendobrak cara berpikir masyarakat Yunani yang ia nilai semakin terbelakang, terutama pada bidang ilmu pengetahuan.
Secara keseluruhan, Socrates digambarkan sebagai sosok cerdas, kritis, dan berintegritas tinggi, serta pandai berargumentasi.
Menurutnya, ada kebenaran yang bersifat objektif di dunia ini, ketika kebenaran itu bukanlah bergantung pada saya atau \'kita\'.
Untuk membuktikan kebenaran tersebut, Socrates membuktikannya dengan metode tertentu, yakni dialektika yang berisi dua penemuan, yakni induksi dan definisi.
Socrates wafat pada 15 Februari 399 SM usai menerima hukuman mati. Ia dianggap tidak bersedia mengakui dewa-dewa Yunani yang diakui oleh negara.
Socrates juga dipandang telah merusak moral pemuda melalui pemikiran-pemikirannya.
2. Plato
Seorang murid dan sahabat Socrates, Plato, juga merupakan filsuf Yunani kuno yang namanya terkenal hingga saat ini.
Plato lahir di Athena, Yunani, pada 428 SM atau 427 SM dan meninggal di tahun 348 SM.
Melansir Jurnal Cendikia berjudul Mengenal Filsafat Antara Metode Praktik dan Pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles (2019), pemikiran Plato yang sangat mendunia dan tidak bisa dikesampingkan dari perkembangan filsafat Barat adalah mengenai ide.
Plato apik membangun kerangka pemikiran dengan pengaruh luar biasa, dan bisa merangkum berbagai persoalan filosofis dari masa sebelumnya.
Aturan Baru untuk Wisatawan yang Berkunjung ke AS, Trump Minta Jejak Digital 5 Tahun Terakhir
Berlandaskan pada pemikirannya tentang ide, Plato membagi dunia atas dua jenis, yakni ide rasional dan ide indrawi.
Dunia rasional adalah ketika ide-ide tersebut hanya terbuka bagi rasio kita sendiri.
Sementara, rasio indrawi terbuka bagi indra yang dimiliki manusia. Sama seperti Socrates, Plato juga menggunakan metode dialektika untuk menjawab berbagai pertanyaan.
Metode tersebut juga digunakan untuk menulis buku-buku karyanya.
3. Pythagoras
Bagi pencinta matematika, sudah pasti tak asing dengan rumus Pythagoras.
Rumus ini ditemukan oleh seorang ahli matematika dan filsafat legendaris asal Samos, Yunani yang bernama Pythagoras.
Melansir laman Britannica, ia lahir pada 570 SM dan meninggal dunia di Italia, sekitar 500 sampai 490 SM.
Pythagoras merupakan putra seorang pedagang asal Tirus bernama Mnesarchus dan sering mengikuti ayahnya bepergian.
Di masa mudanya, Pythagoras diketahui membara ke berbagai negara, seperti Mesir dan Babilonia. Sementara itu, Pythagoras diketahui tidak menulis buku. Seluruh pemikirannya disampaikan oleh para muridnya.
Ia kemudian mendirikan sekolah filsafat dan agama di Crotone, Italia Selatan.
Pythagoras memiliki banyak murid, namun tidak diketahui secara pasti berapa jumlah muridnya saat itu.
Ia juga dikenal luas sebagai matematikawan murni yang vegetarian dan hidup jauh dari gelimang harta.
Laman Sekolah Matematika dan Statistik Universitas St Andrews, Skotlandia, menyebut ada lima keyakinan yang dipegang teguh Pythagoras.
Yakni, bahwa pada tingkat yang paling dalam realitas bersifat matematis, bahwa filsafat dapat digunakan untuk pemurnian spiritual, bahwa jiwa dapat bangkit untuk bersatu dengan yang Ilahi, bahwa simbol-simbol tertentu memiliki nilai mistik dan signifikansi, serta bahwa semua saudara ordo harus menjaga kesetiaan dan kerahasiaan ketat.
4. Aristoteles
Satu lagi filsuf kuno yang masih sangat dikenal luas adalah Aristoteles. Tokoh asal Stgeira, Yunani, adalah anak dari seorang dokter pribadi bagi Raja Makedonia.
Aristoteles lahir pada 428 SM dan pindah ke Athena di usianya yang ke-18 tahun untuk berguru dengan Plato.
Sejarah menyebut, Aristoteles menjadi murid Plato selama 20 tahun.
Masih menurut informasi yang dikemukakan dalam Jurnal Cendikia Mengenal Filsafat Antara Metode Praktik dan Pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles (2019), Aristoteles lebih berpikir secara saintifik saat mengemukakan pendapatnya.
Hal ini terlihat dari pandangan filsafatnya yang lebih sistematis dan mengedepankan metode empiris.
Nama Aristoteles tenar sebagai Bapak Logika, lebih spesifik logika tradisional. Pemikirannya itu menjadi pengantar bagi logika modern yang ada di masa ini.



