Apa itu Kasidah yang Dipelopori Nasida Ria di Indonesia? Ini Sejarah dan Perkembangannya

Apa itu Kasidah yang Dipelopori Nasida Ria di Indonesia? Ini Sejarah dan Perkembangannya

Travel | BuddyKu | Selasa, 21 Juni 2022 - 18:44
share

Grup musik kasidah legendaris, Nasida Ria menyedot perhatian publik baru-baru ini. Pasalnya, mereka tampil sebagi pembuka dalam acara festival seni Documenta Fiveteen di Kassel, Jerman.

Grup musik yang anggotanya semua perempuan berusia separuh baya itu tampil dengan percaya diri membawakan lagu-lagu andalan mereka.

Bagi penduduk Jerman, jelas kasidah merupakan aliran musik yang sangat asing. Namun di Tanah Air, masyarakat sudah terbiasa mendengarkan musik yang berinstrumen Timur Tengah itu.

Apa itu musik Kasidah?

Mengutip jurnal Musik Kasidah dan Perannya dalam Dakwah Nusantara karya Tatu Siti Rohbiah disebutkan bahwa musik Kasidah merupakan aliran musik yang dipengaruhi oleh kebudayaan Arab .

Musik Kasidah sendiri termasuk ke dalam salah satu kesenian Islam yang dijadikan para sahabat Anshor di Madinah dalam menyambut Rasulullah sebagai bentuk kesenangan.

Sahabat Anshor merupakan kelompok masyarakat yang bersedia menerima hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah.

Sebelum kedatangan Islam, kesenian ini dijadikan bangsa Arab sebagai kesenian yang turun temurun karena kegemaran mereka pada bentuk puisi Arab.

Bisa dibilang, musik Kasidah berawal dari jazirah Arab, lalu dibawa ke Persia, lalu ke Turki dan akhirnya ke Nusantara dibawa oleh para saudagar.

Perkembangan berikutnya kesenian ini dijadikan media dakwah di Kerajaan Demak oleh para Walisongo dan hingga kini masih dijadikan kesenian hiburan rakyat Indonesia.

Persentuhan budaya antar bangsa menjadikan kesenian ini mengalami akulturasi seni.

Disamping itu, perkembangan zaman telah menjadikan kesenian ini kian berkembang dan mengalami inovasi, mulai dari kemasan, tampilan, alat musik, hingga lirik lagunya.

Namun demikian, kasidah ada pula yang tidak mengalami perubahan dari bentuk dasarnya.

Ada kasidah tradisional dan ada pula kasidah modern. Kedua macam kasidah ini oleh umat Islam dari dulu hingga kini dijadikan sebagai media dakwah di tengah gempuran kesenian Barat yang masuk ke Nusantara.

Artikel Menarik Lainnya:

Topik Menarik