Loading...
Loading…
Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir

Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir

Powered by BuddyKu
Travel | Sindonews | Rabu, 18 Mei 2022 - 16:17

KAIRO Sebagian besar orang mungkin hanya mengetahui istilah Firaun sebagai raja pada zaman Nabi Musa. Namun, dalam kenyataannya sebutan Firaun ini adalah julukan rakyat kepada para Raja Mesir Kuno.

Peran Firaun Mesir Kuno cukup lekat kaitannya dengan politik dan agama. Di samping itu, para Firaun ini juga memiliki pengaruh yang cukup besar bagi sejarah Mesir. Sebut saja dari aspek inovasi arsitektur, pemimpin militer yang dihormati, hingga diplomat yang cerdik.

Dilansir dari situs History Hit, berikut beberapa firaun yang paling terkenal dan berpengaruh dalam sejarah Mesir.

1. Djoser

Djoser merupakan seorang Firaun Mesir Kuno dari Dinasti ke-3. Dia adalah putra raja Khasekhemwy dan ratu Nimaathap. Dalam sejarahnya, dia memerintah sekitar 2696 - 2649 SM dan menjadi salah satu yang paling terkenal.

Pada zamannya, dia mengawasi pembangunan piramida yang terkenal di Saqqara. Nantinya piramida ini akan menjadi tonggak sejarah dalam arsitektur Mesir Kuno.

2. Khufu

Khufu adalah Firaun Mesir Kuno dari Dinasti Keempat. Dia berasal dari Kerajaan Lama dan memerintah sekitar 2589 - 2566 SM. Selama pemerintahannya, Khufu dikenal sebagai seorang raja yang kejam.

Baca Juga :
Terungkap, Kelompok Misterius yang Membantai Pasukan Mesir Kuno hingga Kuasai Wilayah

Salah satu warisan atau peninggalan terbesarnya adalah Piramida Agung Giza yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Struktur monumental merupakan bukti kecanggihan arsitektur Mesir yang luar biasa. Selain itu, piramida ini juga digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhirnya setelah mati.

3. Hatshepsut

Hatshepsut menjadi salah satu wanita yang mengambil peran sebagai Firaun. Awalnya dia adalah istri dari Thutmose II. Saat suaminya meninggal, anaknya yang seharusnya menjadi pewaris baru berusia dua tahun. Hal ini membuatnya mengambil peran Firaun dan menjalankan pemerintahan.

Dalam kepemimpinannya, Hatshepsut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu hasilnya adalah membangun ulang rute perdagangan penting serta menjadi pengawas periode perdamaian yang cukup panjang.

4. Thutmose III

Thutmose III adalah anak dari Hatshepsut. Dia mengambil alih kekuasaan saat ibunya meninggal pada tahun 1458 SM. Setelahnya, dia mulai memerintah hingga 1425 SM.

Dalam tugasnya sebagai Firaun, dia mendapat reputasi sebagai seorang jenius militer. Terkadang, bahkan Egyptologist menyebutnya sebagai Napoleon dari Mesir. Thutmose III tidak pernah kalah dalam pertempuran dan eksploitasi militernya menjadikan dirinya banyak mendapat hormat dari rakyatnya.

Baca Juga :
Firaun Mesir Kuno Tetap Membawa Bekal Makanan hingga ke Alam Baka, Padahal Sudah Meninggal

5. Akhenaten

Putra Amenhotep III ini awalnya bernama Amenhotep IV. Namun, dia mengubah namanya menjadi Akhenaten sesuai keyakinan monoteistik radikalnya. Arti nama barunya ini adalah Dia yang melayani Aten (Dewa Matahari) .

Keyakinan agama Akhenaten ini membuatnya memindahkan ibukota mesir dari Thebes ke Amarna dan menamakannya Akhetaten atau Horizon of Aten. Istrinya yang bernama Nefertiti turut memainkan peran penting dalam revolusi agama suaminya.

Selain menjadi istri Firaun Kuno, Nefertiti juga terkenal berkat patung batu kapurnya. Ini adalah salah satu karya seni Mesir kuno dan dapat ditemukan di Museum Neues.

6. Ramses II

Pemerintahan Ramses II pada 1279 - 1213 SM kerap disebut sebagai yang terbesar dari Dinasti ke-19 atau masuk era Kerajaan Baru. Ayah 96 anak ini memiliki reputasi yang cukup memukau dalam sejarah Mesir.

Salah satunya adalah membangun kekuatan militer yang kuat. Selain itu, banyak juga warisan arsitektur dari pemerintahannya yang menjadi bukti kekuasaannya.

7. Cleopatra VII

Penguasa aktif terakhir kerajaan Ptolemaic Mesir, Cleopatra memimpin hari-hari terakhir kekaisaran Mesir. Namun, ketenarannya tetap hidup melalui cerita-cerita rakyat.

Dia berkuasa sekitar 51 - 30 SM setelah menggulingkan suaminya. Dia dikenal sebagai politikus dan diplomat yang cerdik serta membawa kerajaan ke arah perdamaian.

Namun, kekuasaannya harus berakhir di tangan Romawi. Kekalahan inilah yang membuatnya bunuh diri dengan meminum racun yang mematikan.

(wib)

Original Source

Topik Menarik