Asap Karhutla Tak Lagi ke Pulau Jawa, Pemprov DKI Tetap Siagakan Rumah Sakit hingga Puskesmas
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski angin dilaporkan tidak lagi membawa asap ke Pulau Jawa. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan asap karhutla di atmosfer Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan, asap yang terpantau di Jakarta belum masuk ke lapisan atmosfer bawah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai potensi dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan.
"Memang alhamdulillah kemarin saya juga mengikuti wawancara BPBD DKI dengan sebuah media. Memang kita ber-asap tapi memang belum pada masuk atmosfer ke bawah," kata Rano kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang didengarnya dari BMKG, arah angin tidak lagi menuju Pulau Jawa sehingga kondisi tersebut mengindikasikan potensi penurunan dampak asap.
"Tapi semalam juga saya mendengar dari BMKG bahwa angin sudah tidak bertiup ke Jawa. Ini mengindikasikan akan terjadi penurunan," kata dia.
Meski demikian, Pemprov DKI tetap menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan kesehatan masyarakat. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu disiagakan untuk menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Cuman apa yang harus kita lakukan? Pak Gubernur sudah memerintahkan minimal kita mengantisipasi, semua rumah sakit, puskesmas harus siap kalau memang terjadi ISPA segala macam," tuturnya.
Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, Pemprov DKI juga berencana kembali melakukan penyemprotan water mist di sejumlah ruas jalan. Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk membantu menekan polusi udara.
"Kita akan melakukan water mist lagi, itu salah satu bukan satu-satunya cara, minimal bisa meredam apa namanya, ya kabut polusi segala macam dan kita tetap melakukan modifikasi cuaca," ucapnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga tetap menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di ibu kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi penurunan kualitas udara akibat asap dan polusi.









