Jokowi bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Ingin Jelaskan Nama Baik dan Harga Dirinya Terkoyak

Jokowi bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Ingin Jelaskan Nama Baik dan Harga Dirinya Terkoyak

Terkini | inews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:40
share

JAKARTA, iNews.id - Rivai Kusumanegara, pengacara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kliennya akan hadir di persidangan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa terkait kasus tudingan ijazah palsu. Kehadiran Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga peradilan.

"Pak Jokowi sudah menyatakan berkali-kali akan hadir, kenapa? Sebagai bentuk penghormatan dia kepada lembaga peradilan, ya. Sebagai bentuk penghormatan loh, beliau menyatakan itu," kata Rivai di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Selain itu, keterangan Jokowi di ruang sidang juga untuk menjelaskan secara langsung mengenai perasaannya ketika dituduh ijazahnya palsu. Sebab, perasaan tersebut hanya dapat dijelaskan oleh dirinya sendiri.

"Memang beliau kan ingin menyatakan menjelaskan pada hakim bagaimana terkoyaknya nama baiknya, harga dirinya. Dan ini kan nggak bisa diterangkan oleh orang lain. Oleh beliau sendiri," ucapnya.

Menurutnya, setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, Jokowi sebenarnya ingin menjalani kehidupan dengan tenang bersama keluarga. Namun karena adanya perkara ini, namanya terus diseret hingga berdampak kepada keluarganya.

"Bagaimana beliau yang sudah pensiun, sudah ingin apa memberi jarak dengan persoalan politik, dia ingin hidup dengan keluarganya tapi masih diseret-seret sampai hari ini gitu ya, yang tadinya beliau ingin selesai, ternyata diserang bertubi-tubi bahkan sampai hari ini pun juga menuju ke anak-anaknya," ucap dia. 

"Kan bagaimanapun pertanyaan dia adalah, 'apakah memang saya nggak punya privacy? Apakah saya tidak boleh menjaga nama baik saya?' Apakah betul sebagai mantan pejabat seumur hidupnya harus terima terus fitnahan dan tidak bisa membela dirinya, ini semua biar nanti dijawab bagaimana terkoyaknya perasaan beliau," imbuhnya.

Dia menambahkan, Jokowi juga keberatan ketika polemik ijazah ini turut menyeret pihak-pihak lain seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga kementerian yang membidangi pendidikan. Bahkan, makam orang tua Jokowi juga didatangi oleh pihak-pihak yang menduga ijazah Jokowi palsu.

"Sampai bercandanya beliau juga bukan bercanda, ini keluhan, 'apa salahnya juga orang tua saya sampai kuburannya didatangi?'. Beliau pernah menyatakan itu langsung ke saya," katanya.

Topik Menarik