Jenazah Istri Mahathir Mohamad Siti Hasmah Dimakamkan Sore Ini
KUALA LUMPUR, iNews.id - Jenazah Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, akan dimakamkan sore ini, Senin (28/9/2026).
Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, pada Senin pagi dalam usia 100 tahun. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir.
Setelah disemayamkan di IJN, jenazah Siti Hasmah dibawa keluar dari rumah sakit sekitar pukul 10.48 waktu Malaysia. Jenazah kemudian dibawa menuju kediaman keluarga di The Mines, Seri Kembangan, Selangor.
Kediaman keluarga tersebut menjadi lokasi persinggahan jenazah sebelum prosesi pemakaman. Laporan MalaysiaGazette menyebut jenazah dibawa ke kediaman untuk menjalani proses pengurusan jenazah sebelum tahapan berikutnya.
Dengan demikian, hingga update terbaru yang terkonfirmasi, jenazah Siti Hasmah berada di kediaman keluarga di The Mines, Seri Kembangan.
Dimakamkan di Pusara Negarawan
Pemerintah Malaysia memberikan penghormatan khusus kepada Siti Hasmah dengan menetapkan pemakaman kenegaraan atau state funeral.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah akan membantu pelaksanaan prosesi pemakaman tersebut. Dia mengarahkan Ketua Setiausaha Negara dan Panglima Angkatan Tentera untuk membantu pengaturan pemakaman.
Siti Hasmah selanjutnya akan dimakamkan di Pusara Negarawan, Presint 20, Putrajaya, pada pukul 16.30 waktu Malaysia. Lokasi tersebut merupakan kompleks pemakaman nasional bagi tokoh-tokoh negara Malaysia.
Sebelum menuju lokasi pemakaman, rangkaian pengurusan jenazah akan dilakukan sesuai ketentuan pemakaman bagi seorang Muslim.
Mahathir Kehilangan Pendamping Selama 70 Tahun
Kepergian Siti Hasmah menjadi duka bagi keluarga Mahathir. Siti Hasmah dan Mahathir menikah pada 5 Agustus 1956 dan dikaruniai tujuh anak.
Pasangan tersebut baru saja merayakan ulang tahun pernikahan ke-70 pada Agustus 2026.
Siti Hasmah juga dikenal bukan hanya sebagai istri Mahathir. Dia merupakan salah satu perempuan Melayu generasi awal yang menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan masyarakat Malaysia.
Dia lulus dari King Edward VII College of Medicine pada 1955 dan kemudian menjadi salah satu dokter perempuan Melayu pertama di Malaya. Kiprahnya banyak berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan masyarakat.
Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil juga meminta stasiun televisi dan radio setempat menyesuaikan program siaran sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Siti Hasmah.
Siti Hasmah meninggal dunia pada usia 100 tahun, meninggalkan Mahathir serta tujuh anak mereka.









