Teman Jadi Musuh, Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Teman Jadi Musuh, Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Terkini | inews | Sabtu, 26 September 2026 - 12:53
share

BOGOTA, iNews.id - Kolombia memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Kebijakan luar negeri negara Amerika Latin tersebut berubah total sejak dipimpin presiden baru yang didukung Amerika Serikat (AS), Abelardo de la Espriella. 

Padahal hubungan Kolombia dengan Iran semasa dipimpin Presiden Gustavo Petro sangat harmonis. Kolombia saat itu juga blak-blakan membela Palestina dan Iran dari serangan Israel.

Namun De la Espriella, presiden sayap kanan, mengubah aliansi Kolombia sejak mengambil alih jabatan dari Petro pada 7 Agustus.

Sebelum pelantikannya, De la Espriella mengumumkan rencana untuk memutuskan hubungan dengan rezim otoriter sayap kiri di Kuba dan Nikaragua, meski belum melakukannya sampai saat ini.

Pemerintahnya menyatakan, kebijakan untuk memutus hubungan dengan Iran, mulai berlaku pada 19 September, didasarkan pada pertimbangan keamanan nasional di kawasan.

Pemerintah Kolombia menuduh Iran memiliki hubungan dengan kelompok teroris narkoba yang mengancam keamanan negara, tanpa memberikan bukti atas tuduhan tersebut.

Dia juga mengecam Iran karena memblokir lalu lintas di Selat Hormuz serta menyerang negara-negara lain di Timur Tengah dalam perang melawan AS dan Israel.

Meski demikian Kolombia tetap mempertahankan hubungan konsuler dengan Iran.

Topik Menarik