PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Peluang Ekonomi dan Beri Manfaat Kualitas Lingkungan
IDXChannel – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Kalau semakin banyak porsi PLTP, tentu akan berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan, baik udara, laut maupun air,” kata Akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Yoga Aribowo dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Menurut Yoga, panas bumi memiliki emisi yang relatif rendah. Emisi karbon dioksida (CO2) dari PLTP diperkirakan sekitar 100 gram per kilowatt hour (kWh), sedangkan emisi hidrogen sulfida (H2S) kurang dari 1 gram per kWh.
Dia menjelaskan, energi panas bumi memanfaatkan uap dan air panas yang tersimpan dalam reservoir hingga ribuan meter di bawah permukaan bumi. Air tersebut merupakan bagian dari sistem reservoir panas bumi, bukan air tanah dangkal yang digunakan untuk sumur. Setelah dimanfaatkan, fluida panas bumi dan dikembalikan ke reservoir melalui proses reinjeksi.
Partai Perindo Gelar Bimtek untuk Kader Muda-Saksi DPW Jakarta, Dorong Pemuda Aktif Berpolitik
"Dalam pemanfaatannya, air yang telah digunakan kemudian dikembalikan ke dalam lapisan bawah permukaan melalui proses reinjeksi, sehingga sumber daya panas bumi dapat dikelola secara berkelanjutan," katanya.
Selain manfaat bagi lingkungan, Yoga menilai pengembangan panas bumi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran kegiatan proyek berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi pendukung di sekitar wilayah pengembangan.
Menurutnya, peluang tersebut dapat dirasakan melalui tumbuhnya usaha masyarakat seperti warung makan, toko, jasa transportasi, hingga tempat kos yang melayani kebutuhan pekerja dan aktivitas proyek.
Dengan demikian, manfaat pengembangan panas bumi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi, tetapi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi baru yang melibatkan masyarakat di sekitar wilayah kegiatan.
“Peluang tersebut juga dapat menjadi bagian dari kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan,” ujar dia.
(Dhera Arizona)









