Prabowo Sebut BRICS Perkuat Peran Global South dalam Bentuk Masa Depan Dunia

Prabowo Sebut BRICS Perkuat Peran Global South dalam Bentuk Masa Depan Dunia

Terkini | inews | Minggu, 13 September 2026 - 16:52
share

NEW DELHI, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat suara negara-negara Global South dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan dunia. Menurutnya, BRICS memiliki peran strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara-negara berkembang tersebut.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, masyarakat internasional dalam empat tahun mendatang akan memasuki 2030 yang menjadi batas pencapaian Agenda 2030 dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurutnya, berbagai komitmen telah disepakati negara-negara dunia untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi planet, dan membangun institusi yang lebih kuat.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” tuturnya.

Kepala Negara menilai, Agenda 2030 tidak hanya berkaitan dengan pencapaian berbagai target dalam batas waktu tertentu. Lebih dari itu, agenda tersebut harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang semestinya dalam tatanan global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” ujar Prabowo.

Karena itu, Prabowo menegaskan suara negara-negara Global South harus mendapatkan ruang lebih besar. Menurutnya, suara tersebut penting bukan hanya untuk mempercepat pencapaian Agenda 2030, tetapi juga menentukan arah dunia setelah target tersebut berakhir.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” ucapnya.

Topik Menarik