Cegah Karhutla Meluas, Polri Andalkan Drone Thermal hingga 220 Sumur Bor
JAKARTA, iNews.id - Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah gambut, dengan menggabungkan kesiapan personel, teknologi, kendaraan khusus, peralatan pemadaman, hingga rekayasa tata air. Selain itu, Polri memeriksa berbagai sarana dan inovasi yang digunakan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses serta mempercepat proses pemadaman.
"Kekuatan lapangan antara lain diperkuat 12 kendaraan double cabin yang dilengkapi tangki dan peralatan Karhutla, kendaraan AWC, Damkar dan tactical Karhutla, satu kendaraan Komodo, 14 sepeda motor modifikasi, serta satu ATV untuk mendukung mobilitas personel di medan sulit," kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat meninjau langsung Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).
Pemantauan titik api juga diperkuat dengan drone thermal. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi sumber panas, terutama ketika titik api sulit terlihat secara kasatmata akibat asap maupun kondisi medan.
Untuk mendukung pemadaman, Polri menyiapkan tiga unit pompa Alkon 3 inci, 75 unit Alkon 2 inci, dan 30 unit Alkon portable 1,5 inci.
Kekuatan tersebut dilengkapi berbagai jenis selang, yakni 50 roll selang spiral 3 inci, 100 roll spiral 2 inci, 100 roll spiral 1,5 inci, 100 roll canvas 2 inci, dan 100 roll canvas 1,5 inci.
"Untuk mendukung pemadaman, disiapkan 3 unit pompa Alkon 3 inci, 75 unit Alkon 2 inci, dan 30 unit Alkon portable 1,5 inci. Kekuatan tersebut dilengkapi dengan berbagai jenis selang, antara lain 50 roll selang spiral 3 inci, 100 roll spiral 2 inci, 100 roll spiral 1,5 inci, 100 roll canvas 2 inci, dan 100 roll canvas 1,5 inci," ujarnya.
Polri juga menyiapkan 150 konektor selang/nozzle, 100 hose adapter, 20 tool box kit, 100 fire beater, dan 20 folding water tank. Selain peralatan pemadaman, keselamatan personel menjadi perhatian dalam menghadapi kondisi ekstrem di lapangan.
"Dukungan perlengkapan meliputi 40 pakaian anti-panas, 50 pasang sepatu anti-panas, 50 pasang sarung tangan anti-panas, 200 pasang boots, 63 tabung oksigen 6,7 kilogram, 187 tabung oksigen 2 kilogram, 25 set masker dan tabung oksigen, 400 masker asap, 50 senter jarak jauh dan 150 headlamp," ucapnya.
Polri juga menyiapkan 4.000 liter cairan X-Fire dari Slog Polri, tiga generator berkapasitas 5.000 watt, 50 backpack, serta dua unit Wontech untuk mendukung operasional di lapangan.
Namun, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Dedi menekankan pentingnya strategi yang menyentuh sumber persoalan, terutama pengelolaan air di lahan gambut.
Kondisi muka air gambut yang ideal berada sekitar 40 sentimeter. Sementara itu, di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, muka air gambut mencapai sekitar 120 sentimeter.
Karena itu, strategi penanganan dilakukan melalui penyekatan kanal, pengisian kembali air, pembangunan sumur bor dan embung, serta pembukaan akses agar wilayah rawan karhutla dapat ditangani lebih cepat.
"Saat ini terdapat 220 sumur bor dan 104 embung air yang menjadi bagian dari infrastruktur mitigasi karhutla," katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat terus memperkuat upaya agar setiap titik api dapat dideteksi lebih cepat, ditangani sejak dini, dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
"Usaha maksimal wajib dilaksanakan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama," ucap dia.









