Gawat! Kualitas Udara Tenayan Raya Pekanbaru Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla

Gawat! Kualitas Udara Tenayan Raya Pekanbaru Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla

Berita Utama | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:11
share

PEKANBARU, iNews.id - Kualitas udara di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, masuk dalam kategori berbahaya. Hal ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lokasi tersebut.

Mengacu pada data yang tertera di laman resmi IQAir pada Selasa, 25 Agustus 2026, skor kualitas udara di Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, ada di angka 543. Skor tersebut menandakan udara di daerah tersebut berbahaya, bukan lagi buruk.

Angka skor yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, bahkan dunia. Tidak heran kalau kualitas udara di Tenayan Raya Pekanbaru tercatat menjadi yang terburuk di dunia hari ini, Selasa (25/8/2026).

Masih mengacu pada laman IQAir, kualitas udara di wilayah itu masih sangat tinggi hingga beberapa hari ke depan. Ini menandakan bahwa wilayah tersebut perlu mendapat perhatian, karena paparan polutan seperti PM2.5 terbukti memberi dampak buruk bagi kesehatan.

Para ahli kesehatan pun memperingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara buruk agar mengenakan masker saat berkegiatan di luar ruangan. Selain itu, menjalani pola hidup bersih dan sehat juga disarankan untuk menjaga kesehatan.

Sebagai informasi, berikut ini daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia periode Selasa, 25 Agustus 2026:

- Kuching Malaysia (174)
- Jakarta Indonesia (158)
- Lahire Pakistan (157)
- Kuala Lumpur Malaysia (156)
- Kinshasa Kongo (140)
- Delhi India (126)
- Dubai UAE (122)
- Riyadh Arab Saudi (121)
- Kampala Uganda (117)
- Santiago Chili (117)

Dengan data tersebut, dapat dikatakan bahwa kawasan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia. Data ini perlu menjadi catatan supaya penanganan kebakaran di daerah tersebut perlu segera ditangani.

Sebab, risiko kesehatan akan meningkat jika paparan kabut asap terjadi setiap hari. Masyarakat di kawasan itu pun disarankan untuk memakai masker untuk meminimalisir risiko.

Topik Menarik