Butuh Tiga Tahun Bangun PFII di Bali, Danantara Siapkan Masa Transisi

Butuh Tiga Tahun Bangun PFII di Bali, Danantara Siapkan Masa Transisi

Berita Utama | idxchannel | Jum'at, 24 Juli 2026 - 07:54
share

IDXChannel - Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali membutuhkan waktu persiapan sekitar tiga tahun. Atas dasar itu, Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan masa transisi akan dijalankan terlebih dahulu dengan menempatkan operasional awal PFII di Jakarta.

"Bapak Presiden minta instruksi segera ditindaklanjuti dan memang rencananya akan dibuat di Bali. Tapi kan perlu ada persiapan selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi satu financial center yang bertaraf internasional," kata CEO Danantara Rosan Roeslani, Jumat (24/7/2026).

Rosan membeberkan, minat investor global terhadap penjelmaan pusat keuangan di Indonesia sejatinya sangat tinggi. Dalam kunjungan kerjanya ke Bali beberapa hari lalu, ia sempat menggelar pertemuan dengan 11 investor internasional termasuk pengelola family office, yang memberikan respons sangat positif terhadap rencana pembentukan kawasan finansial tersebut.

Untuk mengisi jeda waktu persiapan fasilitas bertaraf internasional di Bali, Danantara memutuskan untuk mengoperasikan hub keuangan tersebut di Jakarta terlebih dahulu. Langkah transisi ini dinilai krusial agar operasional kawasan dan daya pikat investasi dapat langsung berjalan tanpa harus menunggu pembangunan fisik di Bali rampung sepenuhnya.

"Nah, dalam 2-3 tahun ke depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan di Jakarta dan Bali. Persiapan ini termasuk penunjukan nanti oleh Bapak Presiden untuk istilahnya gubernurnya, pengelola kawasan, dan yang lainnya," kata Rosan.

Selama periode transisi berlangsung, pemerintah juga merampungkan payung tata kelola, aturan kelembagaan, hingga struktur kepemimpinan kawasan. Kesiapan infrastruktur pendukung di ibu kota menjadi alasan utama pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal penopang pusat keuangan berskala global ini. 

Penggunaan aset terintegrasi berupa gedung baru milik BUMN dinilai dapat memangkas waktu pengerjaan sehingga penataan kawasan finansial bisa segera dieksekusi.

"Kalau Jakarta kita akan menggunakan salah satu gedung kita, kebetulan Gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga, dan itu rencananya akan kita pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta dulu," kata Rosan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik